FOTO: Panas Bumi Jadi Andalan Capaian Bauran EBT Nasional

Kementerian ESDM terus mendorong berbagai upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan tenaga panas bumi bagi kelistrikan nasional melalui pengembangan proyek PLTP.

Nanda Farikh Ibrahim
Oleh Nanda Farikh Ibrahim - Reporter
FOTO: Panas Bumi Jadi Andalan Capaian Bauran EBT Nasional
Warga menyiramkan pestisida antilayu pada tanaman kentang di sekitar areal instalasi sumur geothermal atau panas bumi untuk Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2025). (©Merdeka.com/Arie Basuki)

Sejumlah petani memberikan pupuk pada tanaman kentang di sekitar areal instalasi sumur geothermal atau panas bumi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Minggu (6/4/2025).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong berbagai upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan tenaga panas bumi bagi kelistrikan nasional melalui pengembangan proyek PLTP. Energi panas bumi dipilih karena memiliki karakteristik ramah lingkungan, terbarukan, dan berkelanjutan.

Berdasarkan data pada akhir 2024, proporsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi mix nasional telah mencapai 14,1%, dengan panas bumi menjadi salah satu andalan utama dalam pencapaian target tersebut.

Panas bumi jadi andalan capaian bauran EBT nasional
Warga menyiramkan pestisida antilayu pada tanaman kentang di sekitar areal instalasi sumur geothermal atau panas bumi untuk Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2025). ©Merdeka.com/Arie Basuki
Panas bumi jadi andalan capaian bauran EBT nasional
Warga menyiramkan pestisida antilayu pada tanaman kentang di sekitar areal instalasi sumur geothermal atau panas bumi untuk Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2025). ©Merdeka.com/Arie Basuki
Panas bumi jadi andalan capaian bauran EBT nasional
Warga menyiramkan pestisida antilayu pada tanaman kentang di sekitar areal instalasi sumur geothermal atau panas bumi untuk Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2025). ©Merdeka.com/Arie Basuki
Panas bumi jadi andalan capaian bauran EBT nasional
Warga menyiramkan pestisida antilayu pada tanaman kentang di sekitar areal instalasi sumur geothermal atau panas bumi untuk Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2025). ©Merdeka.com/Arie Basuki
Panas bumi jadi andalan capaian bauran EBT nasional
Warga menyiramkan pestisida antilayu pada tanaman kentang di sekitar areal instalasi sumur geothermal atau panas bumi untuk Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2025). ©Merdeka.com/Arie Basuki
Panas bumi jadi andalan capaian bauran EBT nasional
Warga menyiramkan pestisida antilayu pada tanaman kentang di sekitar areal instalasi sumur geothermal atau panas bumi untuk Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2025). ©Merdeka.com/Arie Basuki
Panas bumi jadi andalan capaian bauran EBT nasional
Warga menyiramkan pestisida antilayu pada tanaman kentang di sekitar areal instalasi sumur geothermal atau panas bumi untuk Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2025). ©Merdeka.com/Arie Basuki
Panas bumi jadi andalan capaian bauran EBT nasional
Warga menyiramkan pestisida antilayu pada tanaman kentang di sekitar areal instalasi sumur geothermal atau panas bumi untuk Pembangkit Tenaga Listrik Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2025). ©Merdeka.com/Arie Basuki
Rekomendasi