Penuh Haru dan Menegangkan, Cerita Dokter TNI Bantu Persalinan Warga di Hutan Belantara Papua

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan usai pos satgas menerima laporan warga mengenai seorang perempuan tengah mengalami kontraksi hebat di tengah hutan.

Richard Jakson Mayor
Oleh Richard Jakson Mayor - Reporter
Penuh Haru dan Menegangkan, Cerita Dokter TNI Bantu Persalinan Warga di Hutan Belantara Papua
Penuh Haru dan Menegangkan, Cerita Dokter TNI Bantu Persalinan Warga di Hutan Belantara Papua (Merdeka.com)

Aksi kemanusiaan ditunjukan seorang dokter TNI, Lettu Ckm dr. Dedi Anwar Nasution. Dalam situasi darurat, dia membantu seorang ibu melahirkan di tengah hutan belantara Papua. Berkat aksinya, dokter Dedi berhasil menolong ibu dan bayinya dengan selamat.

Lettu Ckm dr. Dedi Anwar Nasution, sehari hari bertugas sebagai anggota Satgas Yonif 512/QY, menjaga wilayah tapal batas Indonesia dan Papua Nugini di Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

Dokter TNI Bantu Persalinan Warga di Hutan Belantara Papua
Dokter TNI Bantu Persalinan Warga di Hutan Belantara Papua merdeka.com

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan usai pos satgas menerima laporan dari warga mengenai seorang perempuan bernama Fewe Wafner, tengah mengalami kontraksi hebat di tengah hutan.

Usai mendapatkan laporan itu, Dedi selanjutnya ditemani beberapa anggota langsung bergerak menuju lokasi.

Dokter TNI Bantu Persalinan Warga di Hutan Belantara Papua
Dokter TNI Bantu Persalinan Warga di Hutan Belantara Papua merdeka.com

Penuh Haru dan Menegangkan

Setibanya di lokasi, Dedi langsung menangani persalinan darurat dengan peralatan seadanya. Suasana tegang, haru, dan was-was menyelimuti proses persalinan.

Fewe Wafner berjuang dengan sisa tenaganya, sementara tim medis Satgas bekerja cepat di bawah tekanan. Beberapa saat yang menegangkan berlalu, akhirnya tangisan bayi terdengar menggema di hutan. Nyawa ibu dan anak berhasil diselamatkan.

Dokter TNI Bantu Persalinan Warga di Hutan Belantara Papua
Dokter TNI Bantu Persalinan Warga di Hutan Belantara Papua merdeka.com

Tangis haru pecah di tengah lebatnya hutan Distrik Yaffi. Di bawah langit yang terbuka dan di atas tanah yang dingin, Fewe Wafner berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan anaknya.

Tanpa akses ke fasilitas medis, situasi itu bisa berakhir tragis. Namun, di saat genting, malaikat penolong datang dalam wujud seorang prajurit, Dokter Satgas Yonif 512/QY, Lettu Ckm dr. Dedi Anwar Nasution, Minggu (30/3).

Dalam suasana haru, suami dari mama Fewe Wafner menyampaikan ungkapan terima kasihnya.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi jika dokter dan anggota pos tidak datang. Kami sudah pasrah, karena tidak ada pertolongan ditengah hutan ini. Tapi Tuhan mengirimkan abang-abang untuk menyelamatkan istri dan anak saya. Kami tidak punya apa-apa selain doa tulus agar abang-abang TNI selalu diberkati dan dilindungi dalam setiap tugasnya," ucap suami Fewe Wafner.

Kini, Fewe Wafner dan bayinya dalam kondisi stabil dan mendapatkan perawatan lanjutan. Bagi keluarga ini, peristiwa luar biasa ini akan selalu dikenang sebagai momen di mana nyawa terselamatkan berkat pengorbanan dan ketulusan para prajurit TNI digarda terdepan.

Rekomendasi