Fakta-Fakta Kecurangan SPBU di Sentul, Kurangi Takaran Pengisian BBM dengan Alat Tambahan Ini

Dengan bantuan alat tambahan itu, setiap pengisian 20 liter BBM, konsumen mengalami kekurangan antara 605 hingga 840 mililiter.

Dea Dewintia
Oleh Dea Dewintia - Reporter
Fakta-Fakta Kecurangan SPBU di Sentul, Kurangi Takaran Pengisian BBM dengan Alat Tambahan Ini
Fakta-Fakta Kecurangan SPBU di Sentul, Kurangi Takaran Pengisian BBM dengan Alat Tambahan Ini (Merdeka.com)

Praktik kecurangan dalam penjualan bahan bakar minyak (BBM) diungkap Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri SPBU 34.167.12 yang berlokasi di Jl. Alternatif Sentul, Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, terbukti mengurangi takaran BBM dengan memasang alat tambahan yang fungsinya memanipulasi dispenser.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Nunung Syaifuddin mengungkapkan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang merasa BBM dibeli tidak sesuai takaran.

Menindaklanjuti laporan tersebut, penyelidik Subdit 1 Dirtipidter bersama Direktorat Metrologi Ditjen PKTN Kementerian Perdagangan serta PT Pertamina Patra Niaga melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi. Hasilnya ditemukan ada alat tambahan yang mencurangi sistem pengisian BBM.

Alat tersebut berupa pemasangan kabel tambahan jenis kabel data yang tersambung dengan panel listrik dan modul mini smart switch.

Alat ini memungkinkan pengurangan takaran BBM secara otomatis tanpa terdeteksi. Dengan bantuan alat tambahan itu, setiap pengisian 20 liter BBM, konsumen mengalami kekurangan antara 605 hingga 840 mililiter. Alat tambahan ini terpasang secara tersembunyi sehingga tidak terdeteksi oleh petugas metrologi saat pemeriksaan rutin.

Tidak ada bekas pemasangan baru, yang mengindikasikan praktik ini sudah berjalan lebih lama dari pengakuan pengelola SPBU.

Delapan Saksi Diperiksa

Delapan orang saksi telah diperiksa, termasuk pengawas SPBU, operator, dan ahli dari Direktorat PKTN Kementerian Perdagangan. Barang bukti yang disita yakni satu kabel data, satu mini smart switch, satu buah relay, dan empat dispenser BBM.

Pengakuan pengelola SPBU, kecurangan ini baru berjalan dua bulan. Tetapi bukti di lapangan menunjukkan hal berbeda.

“Kabel yang tersambung dari mesin pompa ke gudang switch tidak menunjukkan tanda pemasangan baru. Ini mengindikasikan bahwa skema ini telah direncanakan sejak awal SPBU beroperasi,” ujarnya.

Terpisah, Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan bahwa praktik kecurangan seperti ini tidak bisa ditoleransi.

"Jangan pernah berpikir bisa lolos. Cepat atau lambat, kecurangan seperti ini pasti terbongkar. Kami akan bertindak tegas terhadap siapa pun yang mencoba merugikan masyarakat,” tegasnya.

Dengan terungkapnya kasus ini, masyarakat diimbau lebih waspada dan melaporkan jika menemukan indikasi serupa di SPBU lain. Pemerintah dan aparat penegak hukum berkomitmen untuk terus menindak tegas pelaku yang mencoba mengambil keuntungan dengan merugikan konsumen.

Rekomendasi