Mendikdasmen Ungkap 114 Sekolah di Bekasi Terdampak Banjir, Janji Perbaiki Bangunan yang Rusak

Banjir yang disebabkan hujan deras dan luapan kali itu juga menyebabkan sejumlah fasilitas sekolah rusak.

Enriko
Oleh Enriko - Reporter
Mendikdasmen Ungkap 114 Sekolah di Bekasi Terdampak Banjir, Janji Perbaiki Bangunan yang Rusak
Mendikdasmen Ungkap 114 Sekolah di Bekasi Terdampak Banjir, Janji Perbaiki Bangunan yang Rusak (Merdeka.com)

114 Sekolah di Kota dan Kabupaten Bekasi terdampak banjir yang terjadi pada Selasa (4/3) lalu. Banjir yang disebabkan hujan deras dan luapan kali itu juga menyebabkan sejumlah fasilitas sekolah rusak.

Dari ratusan sekolah yang terdampak banjir, rinciannya masing-masing kota dan Kabupaten Bekasi ada 45 SD yang terendam banjir. Sementara sekolah luar biasa yang terendam banjir di kabupaten ada dua dan di kota ada lima.

"Jadi rinciannya untuk SD di kota dan Kabupaten Bekasi totalnya ada 90 (yang terdampak banjir)," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti saat meninjau beberapa sekolah yang terdampak banjir di Kota Bekasi, Kamis (6/3).

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Tinjau Sekolah Terdampak Banjir di Bekasi
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Tinjau Sekolah Terdampak Banjir di Bekasi merdeka.com

Rincian Sekolah yang Rusak

Sementara untuk SMA, lanjut Mu'ti, total ada sembilan sekolah yang terdampak banjir. Rinciannya empat SMA yang terendam banjir di Kabupaten Bekasi dan sisanya kebanjiran di Kota Bekasi.

"Kemudian SMK ada lima di Kota Bekasi, kemudian SMP ada tiga di Kota Bekasi, jadi total untuk kabupaten dan Kota Bekasi ada 114 yang terdampak (banjir)," ucap Mu'ti.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Tinjau Sekolah Terdampak Banjir di Bekasi
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Tinjau Sekolah Terdampak Banjir di Bekasi merdeka.com

Janji Bantu Perbaiki Sekolah Rusak

Pemerintah daerah dan pusat, kata Mu'ti, akan membantu sekolah yang terkategori rusak ringan hingga berat karena terendam banjir. Bantuan yang diberikan nantinya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran.

"Memang yang rusak berat kami coba bantu sesuai dengan alokasi anggaran yang ada, kemudian yang lainnya ya nanti coba kita lihat apa yang bisa kita bantu sesuai dengan tingkat kerusakan," kata dia.

"Tapi semuanya tidak oleh pemerintah pusat ya, karena penyelenggara pendidikan ini kan juga oleh pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, jadi nanti kita lihat mana yang bisa dikerjakan oleh pemerintah pusat, mana yang oleh provinsi, mana yang oleh kabupaten dan kota," tambah Mu'ti.

Rekomendasi