Jangan Anggap Sepele Angin Duduk, Kenali Gejala dan Penyebabnya Menurut Medis

Viral di media sosial seorang sopir taksi membantu rekan kerjanya yang diduga kena angin duduk. Simak penyebab dan gejala angin duduk

Syifa Hanifah
Oleh Syifa Hanifah - Reporter
Jangan Anggap Sepele Angin Duduk, Kenali Gejala dan Penyebabnya Menurut Medis
Gejala Angin Duduk (iStockphoto) (@ 2023 merdeka.com)

Di media sosial beberapa waktu yang lalu viral sebuah video yang memperlihatkan seorang sopir taksi membantu rekan kerjanya nyaris pingsan di Tol.

Sopir yang diketahui bernama Zainal itu diduga mengalami angin duduk, karena kelelahan usai mengganti ban mobil di pinggir tol Jakarta Outer Ring Roas (JORR) KM 25.

Tak berselang lama seorang rekannya sesama sopir taksi bernama Samsuri datang dan memeluknya. Sembari menunggu ambulans datang, Samsuri berinisiatif membantu dengan melepas pakaian temannya itu.

Ia juga terlihat menepuk pundak serta menggosok dan mengoleskan minyak angin ke beberapa tubuh rekannya itu.

Lantas apa yang dimaksud dengan angin duduk?

Dilansir dari situs Kesehatan halodoc.com, Angin duduk alias angina adalah penyakit yang terjadi karena ada gangguan pasokan oksigen dan aliran darah ke otot jantung. Gejala khas dari penyakit ini adalah nyeri dada yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pasokan darah ke otot jantung bisa terganggu akibat adanya penyempitan atau penyumbatan yang terjadi pada pembuluh darah. Penyakit ini bisa terjadi secara mendadak dan bisa menyerang siapa saja.

Penyebab angin duduk

Supaya dapat bekerja dengan baik, jantung membutuhkan cukup darah yang kaya oksigen. Dua pembuluh besar yang bernama pembuluh koroner, mengalirkan darah untuk jantung.

Penyebab utama angin duduk adalah terjadinya penyempitan atau penyumbatan pada pembuluh koroner tersebut.

Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko angin duduk, mulai dari kadar kolesterol tinggi, mengidap penyakit diabetes, memiliki riwayat hipertensi, stres, kelebihan berat badan atau obesitas, serta aktif merokok. Riwayat penyakit jantung, serta jarang berolahraga juga bisa meningkatkan risiko angin duduk.

Gejala angin duduk

Sementara itu dilansir dari Kementerian Kesehatan Gejala angin duduk sendiri di deskripsikan dengan rasa nyeri di dada kiri ras seperti tertekan dengan penjalaran ke lengan atau leher kadang disertai dengan rasa mual dan keringat dingin. Dengan deskripsi gejala seperti disebutkan sebelumnya, angin duduk dikaitkan dengan angina pektoris.

Angina pektoris adalah rasa nyeri di dada kiri terasa seperti tertekan dengan penjalaran ke leher dan lengan kiri serta gejala mual dan berkeringat dingin. Hal ini terjadi Karena adanya sumbatan di pembuluh darah koroner jantung yang menyuplai darah ke jantung sehingga jantung dapat bekerja dengan baik.

Saat terjadi sumbatan supali tersebut terhenti inilah yang disebut sindrom koroner akut. Angina juga bisa timbul saat terjadi kekakuan otot dari pembuluh darah koroner sehingga kebutuhan jantung tidak bisa terpenuhi.

Berikut hal-hal yang dapat mengurangi risiko terjadinya angina atau angin duduk:

• Olahraga rutin

• Konsumsi makanan sehat

• Kurangi asupan garam

• Menjaga berat badan ideal

 • Stop merokok

Rekomendasi