Si kembar Rihana dan Rihani, tersangka penipuan jual beli Iphone akhirnya ditangkap polisi, Selasa (4/7). Mereka berdua ditangkap di apartemen M Town Gading Serpong, Kabupaten Tangerang.
Rihana Rihani tampak santai ketika ditangkap dan diinterogasi oleh polisi di apartemen yang mereka sewa. Bahkan, kedua masih bisa tertawa menjawab pertanyaan-pertanyaan polisi.
Dalam video yang diterima merdeka.com, Rihana terlihat mengenakan baju putih, sementara Rihani berbaju merah muda. Duduk dikelilingi polisi. Ketika ditanya penyidik soal kabar pernah kabur ke Bali, si kembar tersebut menjawab sambil tertawa.
"Saya ketawa saja, siapa yang bilang saya di Bali," kata si kembar di lokasi.
Begitu pula saat polisi menanyakan aktivitas Rihana Rihani di apartemen selama menjadi buronan. Termasuk bagaimana mereka membeli makan dan minuman. Si kembar juga menjawab dengan santai seperti tidak punya rasa bersalah.
Si kembar mengaku mencari makanan seperti orang pada umumnya. Keluar apartemen dan mengunjungi supermarket untuk membeli makanan.
"Saya makan di bawah, di supermarket," kata Rihana sambil tertawa.
Advertisement
Diketahui, Tim Subdit Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap tersangka penipuan reseller ponsel si kembar Rihana dan Rihani. Keduanya ditangkap di salah satu apartemen kawasan Serpong, Kabupaten Tangerang.
"Rihana dan Rihani baru saja di tangkap di M Town Residence Gading Serpong oleh tim Resmob Polda Metro Jaya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi, Selasa (4/7).
Dalam foto yang beredar, Rihana dan Rihani tampak menggunakan baju putih dan jilbab putih saat ditangkap polisi. Keduanya berada dalam sebuah ruangan. Mereka dikelilingi sejumlah pria yang diduga polisi.
Saat ini, Rihana dan Rihani dibawa ke Polda Metro Jaya. Keduanya akan diperiksa secara intensif oleh penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya terkait aksi penipuan yang mereka lakukan.
Kasus penipuan si kembar Rihana-Rihani masih jadi perbincangan. Keduanya menipu banyak korban dengan tawaran pre-order iPhone murah. Total kerugian para korban mencapai Rp35 miliar.