Jokowi: Dengan Berkurban Kita Mengejawantahkan Rasa Syukur dan Ikhlas

Jokowi mengatakan, berkurban merupakan wujud rasa syukur dan ikhlas terhadap sesuatu yang sudah diberikan Allah SWT.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Jokowi: Dengan Berkurban Kita Mengejawantahkan Rasa Syukur dan Ikhlas
Jokowi Salat Iduladha di Gedung Agung. ©Fotografer pribadi Jokowi/Agus Suparto

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat merayakan Iduladha kepada seluruh umat Islam di Indonesia. Iduladha identik dengan berkurban, seperti sapi dan kambing.

Jokowi mengatakan, berkurban merupakan wujud rasa syukur dan ikhlas terhadap sesuatu yang sudah diberikan Allah SWT.

“Dengan berkurban kita mengejawantahkan rasa syukur dan ikhlas atas nikmat dan berkah dari Allah SWT. Semoga menjadi semangat untuk melangkah maju di bawah payung rida dan perlindunganNya,” tulis Jokowi melalui akun Instagramnya @jokowi, Kamis (29/6).

Jokowi melaksanakan salat Iduladha di halaman Istana Kepresidenan Yogyakarta. Bertindak sebagai khatib adalah Jauhar Mustofa.

Menurut Jokowi, saat menyampaikan khutbah, Jauhar Mustofa mengajak umat Islam meneladani sikap tawakal, tawadu, dan keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail AS.

“Harta yang kita miliki hanyalah titipan dan amanah dariNya, yang harus dijaga, dikelola, dimanfaatkan, dan ditunaikan dengan sebaik-baiknya bagi kemaslahatan umat,” ucap Jokowi.

Ma'ruf Amin Ajak Umat Islam Berkurban

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan dan kelebihan untuk menyumbangkan hewan kurban pada Iduladha 1444 Hijriah.

"Saya mengajak semua masyarakat yang mampu, yang punya kelebihan, jangan sampai tidak berkurban," kata Ma'ruf Amin usai salat Iduladha di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Ma'ruf Amin mengatakan, penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal akan dilaksanakan pada Sabtu (1/7). Oleh karena itu, masyarakat masih memiliki waktu tiga hari untuk menyumbang hewan kurban.

"Ini masih ada tiga hari lagi. Hari ini ditambah tiga hari lagi, hari tasyrik itu namanya, masih ada," kata Ma'ruf Amin.

Hukum Berkurban

Berdasarkan mazhab Imam Syafi'i, Ma'ruf Amin menjelaskan bahwa hukum berkurban adalah sunnah muakkad, artinya sangat dianjurkan untuk umat Islam. Mazhab Imam Syafi'i, lanjutnya, juga berpendapat bahwa kurban hanya perlu dilakukan sekali seumur hidup.

Meski demikian, kata Ma'ruf Amin, mazhab Imam Hanafi menyatakan bahwa seseorang yang mampu secara finansial diwajibkan untuk berkurban. Apabila orang tersebut tidak berkurban, maka dirinya berdosa.

"Jadi, ada yang mewajibkan, paling tidak sangat dianjurkan. Itu dari segi agama," tambah dia.

Sementara itu, dari sisi sosial, lanjut Ma'ruf, masih banyak masyarakat Indonesia yang membutuhkan bantuan untuk dapat merayakan hari raya kurban dengan gembira.

Dia mengatakan, masyarakat dapat memperoleh daging sapi maupun kambing sebagai bentuk semangat solidaritas dalam membantu sesama manusia, sebab kurban merupakan pendekatan diri kepada Tuhan.

"Al Qorbu artinya dekat. Jadi, kurban itu sesuatu yang kita buat untuk mendekatkan diri kepada Allah. Maa yutaqarrabu ilallah (yang mendekatkan kepada Allah). Nah, dalam suasana hari raya ini, cara mendekatkan kita kepada Allah melalui penyembelihan kurban itu," ujar Ma'ruf Amin.

Rekomendasi