Tren elektabilitas Erick Thohir sebagai calon wakil presiden (cawapres) menunjukkan kenaikan belakangan ini. Pengamat Politik PARA Syndicate Ari Nurcahyo menyebut, kenaikan itu dampak gebrakan sebagai Menteri BUMN maupun Ketua Umum PSSI.
Ari Nurcahyo mengatakan, gebrakan Erick Thohir di PSSI menjadi perhatian besar publik. Terutama, langkah Erick Thohir hendak menjadikan sepak bola Indonesia seperti Eropa.
"Kalau elektabilitasnya naik tentu yang disorot kinerja Erick Thohir di PSSI akhir-akhir ini," kata Ari Nurcahyo, Rabu (28/6).
Dia menyebut, dalam kurun waktu 3 bulan sejak pertama kali memimpin PSSI, Erick Thohir berhasil mengawal Timnas Indonesia menjuarai SEA Games 2023 di Kamboja. Ini merupakan prestasi terbesar Indonesia setelah 30 tahun lebih tidak merasakan juara sepakbola.
Advertisement
Erick Thohir juga mampu membuat gebrakan dengan menghadirkan juara Piala Dunia 2022, Argentina untuk bertanding melawan skuad Garuda dalam ajang FIFA Matchday.
Program tersebut sesuai dengan komitmen Erick Thohir yang ingin melakukan revolusi mental bagi para atlet sepak bola Indonesia.
"Kita menang di SEA Games, enggak kena banned FIFA, saya pikir itu yang paling mencuri perhatian publik," pungkas Ari.
Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, elektabilitas Erick Thohir bertengger di posisi pertama sebagai cawapres dengan persentase 15,5 persen. Erick Thohir mengungguli sejumlah kandidat cawapres lainnya seperti Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, dan Mahfud MD.