Tim Investigasi Al-Zaytun yang dibentuk Ridwan Kamil sudah menyerahkan jawaban tertulis pihak Panji Gumilang mengenai sejumlah pertanyaan yang diajukan saat dialog pekan lalu kepada pemerintah pusat. Menko Polhukam Mahfud MD dikabarkan akan mengumumkan perkembangan terbaru terkait polemik di lembaga pendidikan itu itu pada Rabu (28/6).
Pihak tim investigasi menerima jawaban tertulis dari utusan Lembaga Pendidikan Al-Zaytun di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (26/6) siang. Namun, isi dari jawaban itu belum bisa diungkap kepada publik.
"Mereka (utusan dari Al-Zaytun) hadir kemarin siang, sudah diterima jawabannya. Kami lanjutkan ke pusat untuk ditelaah lebih lanjut, kan sekarang (kasus Al-Zaytun) diambil alih oleh pemerintah pusat," ucap Kepala Badan Kesbangpol Pemprov Jabar Iip Hidajat, Selasa (27/6).
"Kami tidak bisa menyampaikan isinya, biarlah kita sampaikan ke pemerintah pusat untuk tindak lanjut," kata dia.
Advertisement
Diketahui, tim investigasi yang diisi lintas lembaga pun sudah resmi dibubarkan pada Selasa (27/6) setelah bekerja mengumpulkan data selama sepekan. Pada pekan lalu, mereka sudah bertemu dengan Panji Gumilang.
Beberapa pertanyaan yang diajukan mengenai kepercayaan sumber kitab suci, tanah suci bukan di Mekkah, penafsiran ayat di dalam Al-Quran dan penafsiran tentang hubungan antara lelaki dan perempuan.
Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan bahwa Menko Polhukam Mahfud MD akan menyampaikan perkembangan terbaru mengani Al-Zaytun.
"Al Zaytun besok Pak Menko akan prescon terkait aAl-Zaytun. Saya tidak bisa mendahului, karena komentar saya akan sama," ucap dia singkat seusai Rapat Paripurna di Kantor DPRD Jabar, Selasa (27/6)
Sebelumnya, pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak bisa membubarkan Lembaga Pendidikan Al-Zaytun.