Update Korban Bentrok Suku di Nabire: 2 Orang Meninggal Dunia, 8 Luka-Luka

Delapan korban luka-luka telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Nabire.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Update Korban Bentrok Suku di Nabire: 2 Orang Meninggal Dunia, 8 Luka-Luka
Bentrok Dua Suku di Nabire. ©2023 Merdeka.com

Pemerintah Daerah Nabire, Papua Tengah bersama TNI-Polri melakukan pertemuan di Kantor Distrik Uwapa. Pertemuan ini dilakukan usai konflik dua kelompok warga dari Suku Mee dan Suku Dani.

Dalam insiden ini, sebanyak dua orang meninggal dunia dan delapan orang mengalami luka akibat terkena panah. Selain itu, terjadi pembakaran terhadap 21 rumah warga.

"Pertemuan Pemda Nabire dan Aparat Keamanan serta warga dilakukan guna mencari solusi penyelesaian konflik yang terjadi di Kabupaten Nabire, Kamis (8/6)," kata Kapolres Nabire AKBP I Ketut Suarnaya dalam keterangannya, Sabtu (10/6).

Ia menyebut, delapan korban luka-luka telah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Nabire. Sementara rumah warga yang dibakar tersebar tiga lokasi yang berbeda.

"Beberapa rumah warga yang menjadi korban pembakaran yang di antaranya TKP KM.80 sebanyak 9 unit rumah, KM.84 sebanyak 2 unit rumah dan KM.86 sebanyak 10 unit rumah," sebutnya.

Suarnaya mengatakan, warga yang menjadi korban pembakaran rumah kini mengungsi di Kantor Koramil Sariwo dan Polsub Sektor Siriwo.

"Warga masyarakat yang menjadi korban akibat pembakaran tersebut saat ini tengah berada di Kantor Koramil Siriwo dan Polsub Sektor Siriwo, untuk berlindung dan ada sebagian yang mengungsi ke rumah keluarga serta kerabatnya," ujarnya.

Suarnaya menegaskan, pihaknya bakal menindak tegas terhadap para terduga pelaku utama dari kejadian pembakaran yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak kembali melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

"Kami juga meminta kepada para tokoh maupun yang diberikan tanggung jawab di masing-masing kelompok untuk bisa membantu kami dalam mengendalikan warganya sehingga keamanan dapat tercipta di Kabupaten Nabire serta aktivitas dapat berjalan kembali seperti pusat perbelanjaan, perkantoran dan sekolah-sekolah," pungkasnya.

Sebelumnya, dampak konflik sengketa tanah antara suku Mee dan duku Dani di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah menyebabkan tujuh rumah warga dibakar, Rabu (7/6) Malam. Selain itu, konflik juga menyebabkan dua korban meninggal dunia.

"Ya, ada tujuh rumah yang dibakar di sana," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, Kamis (8/6).

Ignatius Benny merinci, tujuh rumah yang dibakar tersebut berada di dua lokasi berbeda. "Lokasinya di kilometer 80 ada enam rumah. Dan di kilometer 64 ada satu rumah," lanjutnya

Rekomendasi