Suhu Panas 41 Derajat di Madinah akan Sambut Jemaah Kloter I Indonesia

Sebanyak 6.383 jemaah haji kelompok terbang I dari berbagai embarkasi di Indonesia akan tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA Madinah), Madinah pada hari Rabu 24 Mei. Salah satu tantangan terberat ibadah haji tahun ini adalah cuaca panas.

Iqbal Fadil
Oleh Iqbal Fadil - Reporter
Suhu Panas 41 Derajat di Madinah akan Sambut Jemaah Kloter I Indonesia
Kantor Urusan Haji Indonesia di Madinah. ©2023 Merdeka.com/iqbal fadil

Sebanyak 6.383 jemaah haji kelompok terbang I dari berbagai embarkasi di Indonesia akan tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA Madinah), Madinah pada hari Rabu 24 Mei. Salah satu tantangan terberat ibadah haji tahun ini adalah cuaca panas.

Berdasarkan pantauan di situs cuaca, pada hari Rabu, suhu udara di Kota Madinah akan mencapai 40 derajat Celcius, sementara pada malam hari suhu udara turun ke 28 derajat.

Sepanjang pekan ini hingga awal Juni mendatang, rata-rata suhu udara di Madinah berada di atas 40 derajat hingga mencapai 42 derajat. Sebagai perbandingan, suhu udara terpanas di Tanah Air jarang menyentuh di angka 40 derajat.

Meski begitu, Sekretaris Petugas PPIH Arab Saudi Daker Madinah, Abdillah mengatakan, suhu udara yang dirasakan sekilas seperti di Indonesia. Namun, jemaah harus waspada, paparan sinar matahari terus menerus akan membuat kulit terbakar.

"Panasnya tidak langsung menyengat, tapi lama-lama terasa di kulit. Harus rajin pakai sunblock," ujar Abdillah di kantor Urusan Haji Indonesia di Madinah, Senin (22/5).

Dampak suhu panas yang paling membahayakan jemaah adalah dehidrasi.

Tips Beraktivitas di Cuaca Panas

Ada sejumlah tips dari PPIH untuk jemaah haji ketika beraktivitas di Madinah. Selain memakai sunblock, jemaah disarankan membawa botol minum yang bisa diisi air zam zam dari Masjid Nabawi.

Meski tidak haus, jemaah diingatkan untuk minum minimal seteguk tiap setengah jam. Jemaah juga sebaiknya membawa semprotan air untuk sesekali disemprotkan ke wajah.

Berbeda dengan Indonesia, udara di Arab Saudi, termasuk di Madinah, memiliki kelembapan rendah. Akibatnya, kulit dan bibir mudah kering. Bila dibiarkan, dapat menimbulkan gatal-gatal dan bibir pecah-pecah.

Untuk itu, perlengkapan yang tak kalah penting dibawa jemaah adalah lip balm atau pelembab bibir dan body lotion yang mengandung zat penahan sinar ultraviolet.

Rekomendasi