Wakil Kementerian Haji dan Umrah bidang Ziarah Arab Saudi, Muhammad Abdurrahman Al Bijawi menyatakan, pemerintah Saudi telah siap menyambut kedatangan jemaah asal Indonesia. Berbagai layanan terbaik disiapkan untuk mempermudah para jemaah.
"Kita akan melihat tanggal 24 Mei atau 5 Zulqai'dah saat kedatangan jemaah haji Indonesia. Kita akan bersama-sama menyambutnya," tutur Abdurrahman usai pertemuan dengan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Subhan Cholid, di Madinah, Senin (22/5).
Salah satu inovasi yang akan kembali diterapkan yakni fasilitas fast track atau jalur cepat keimigrasian bandara. Abdurrahman mengaku sangat senang menerima kunjungan misi haji Indonesia.
"Kami sudah sangat rindu untuk memberikan layanan kepada jemaah haji Indonesia yang sangat tertib dan baik," ujarnya.
Terakit penerapan fast track, perwakilan Kementerian Haji dan Umrah berkunjung ke Jakarta tiga bulan lalu untuk melihat persiapan Bandara Soekarno-Hatta. Sistem fast track, akan menyingkat waktu pemrosesan oleh imigrasi Arab Saudi.
Bila pada layanan yang standar, proses imigrasi memakan waktu 2-2,5 jam, dengan jalur cepat pemrosesan di bandara Arab Saudi hanya sekitar 30 menit. Dengn begitu, para jemaah yang tiba tak perlu menunggu lama untuk naik bus yang disediakan PPIH untuk diantar ke hotel.
"Kami sangat berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada jemaah haji dan itu merupakan perintah langsung dari Raja Salman agar jemaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan tenang, dengan khusyuk, dan kembali ke Tanah Airnya mendapatkan haji mabrur," papar Abdurrahman.
Advertisement
Tasreh Raudhah
Sementara itu, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Zaenal Muttaqin yang mendampingi Ketua PPIH dalam pertemuan dengan Abdurrahman mengatakan mereka juga membahas tasreh atau izin memasuki Raudhah di Masjid Nabawi bagi jemaah haji Indonesia.
"Tadi dibahas juga soal tasreh ziarah, khususnya ke Raudhah. Jemaah kita akan diberikan tasreh untuk masuk ke Raudhah," ungkap Zaenal.
Dengan tasreh tersebut, menurut Zaenal, jemaah tidak perlu mendaftar untuk mendapatkan reservasi di aplikasi Nusuk Meski begitu, jemaah juga tetap bisa memilih memakai aplikasi tersebut.
Raudhah merupakan suatu tempat di dalam Masjid Nabawi, Madinah, yang dahulu berada di antara kediaman Rasulullah SAW dengan mimbar tempat beliau berdakwah. Tempat tersebut disebut sebagai taman surga dan merupakan salah satu tempat mustajab untuk memanjatkan doa.
Sejak pandemi Covid-19 melanda, pemerintah Arab Saudi melakukan kebijakan membatasi kunjungan jemaah ke raudhah, dengan menggunakan aplikasi nusuk. Jemaah hanya bisa masuk ke raudhah sesuai waktu yang dipilih.