Walkot Gibran Turun Tangan, Bantu Cari Pelaku Hipnotis Anak di Batik Solo Trans

Saat ditanyakan apakah korban yang masih di bawah umur tersebut sudah melapor ke pihak berwajib, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengaku tidak mengetahuinya.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Walkot Gibran Turun Tangan, Bantu Cari Pelaku Hipnotis Anak di Batik Solo Trans
Gibran Rakabuming Raka. ©2023 Merdeka.com

Sudah beberapa hari pelaku dugaan tindak kejahatan hipnotis bocah yang menjadi penumpang Batik Solo Trans (BST) yang viral di media sosial belum ditemukan. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka pun berjanji untuk memberikan bantuan.

"Pelakunya belum ditemukan, nanti sambil jalan ya. Nanti tak ewangi (saya bantu)," ujar Gibran disela pendaftaran bacaleg PDIP Solo, Kamis (11/5).

Saat ditanyakan apakah korban yang masih di bawah umur tersebut sudah melapor ke pihak berwajib, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mengaku tidak mengetahuinya.

Ia berjanji akan melihat kejadian tersebut di kamera CCTV.

"Belum tahu anaknya sudah lapor polisi apa belum. Bukan warga Solo, anak Kartasura to? Nanti saya lihat lagi ya," katanya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Gibran mengimbau para penumpang BST agar lebih berhati-hati saat bertemu orang-orang di dalam BST.

Tindak kejahatan diduga terjadi di dalam moda transportasi massal Batik Solo Trans (BST) belum lama ini. Seorang anak di bawah umur asal Kartasura Sukoharjo yang menumpang BST ke arah Solo menjadi korban hipnotis.

Pelaku diduga menggasak uang Rp1 juta yang sedianya akan digunakan korban untuk membeli telepon genggam di Plaza Singosaren. Dugaan kejahatan hipnotis itu viral usai diunggah akun Instagram @infocegatansolo.fb. Pemilik akun mengunggah foto korban pada Senin (8/5) sore.

Pada akun @infocegatansolo.fb juga dituliskan keterangan kronologi penumpang BST yang diduga menjadi korban hipnotis.

Unggahan juga disertakan foto korban yang masih anak-anak mengenakan kaus merah dan celana panjang cokelat serta sendal abu-abu.

Korban terlihat duduk di kursi bundar kawasan Ngarsapura Jalan Diponegoro.

"Mohon bantuannya lur,anak yg baju merah ini katanya mau beli hp ke Singosaren dari Kartasura naik bus BST, bawa uang 1 jt, kronologi didalam bis katanya ktmu BPK BPK pakai baju warna coklat muda,diturunin di Ngarsopuro,ktanya uang diminta bapak-bapak yg baju coklat tadi,terus sementara anak ini ditinggal di Ngarsopuro, bapak bapak itu lalu pergi naik ijol ,,,apabila ada yg mengenal anak ini tolong kabari keluarga nya orang nya masih di Ngarsopuro (emoji namaste) Ngarsopuro pur," tulis akun @infocegatansolo.fb.

Rekomendasi