Penyanyi, Nindy Ayunda buka-bukaan terkait peristiwa pengadangan yang ia alami di Palembang, Sumatera Selatan. Ia bermaksud bertamu ke rumah seorang rekannya pada 1 April 2023 lalu.
Namun, ia diadang sekelompok orang yang mengaku sebagai 'orang kampung' setempat. Sedangkan, pihak yang akan ia kunjungi saat itu merupakan kerabat dekatnya. Ia berkunjung bersama dua orang lainnya, yakni sopir dan temannya.
Awalnya, Nindy mengunjungi rumah yang terletak di Tangga Buntung, Palembang itu saat bulan Puasa Ramadhan 1444 Hijriyah tepat tanggal 1 April 2023. Maksud Nindy ke sana, tentu ingin bersilaturahmi dan bertemu seorang perempuan di Palembang.
Kebetulan, kata Nindy, sopir pribadinya mengetahui alamat rumah perempuan tersebut. Memang, ia mengaku sangat kenal dengan keluarga perempuan yang tinggal di Tangga Buntung, Palembang.
Hanya saja, Nindy tidak menyebut nama atau identitas lengkap perempuan yang didatanginya itu.
Advertisement
Selanjutnya, Nindy ada urusan dengan perempuan itu sehingga terbang ke Palembang untuk menemui sekaligus silaturahmi. Saat itu, Nindy mendatangi perempuan tersebut hanya bertiga saja.
"Saya akhirnya datang secara baik-baik ke Tangga Buntung, Palembang bersama teman saya dan sopir saya. Hanya bertiga saja," jelas kekasih Dito Mahendra ini.
Nindy tiba di sana berbarengan dengan waktu berbuka puasa, sehingga membatalkan di dalam mobil. Setelah itu, Nindy langsung menuju lokasi rumah perempuan tersebut.
"Setibanya saya di sana, dari perjalanan itu karena bulan puasa ya, sampai langsung buka di mobil saja seadanya. Terus, saya langsung ke rumah beliau karena takut nanti ada beribadah dan sebagainya," ungkapnya.
Tiba-tiba, Nindy ketika sampai di kampung itu ditanya oleh sekelompok orang seraya marah-marah. Padahal, Nindy bertamu dengan sopan menyampaikan kalimat permisi saat melintasi mereka. Anehnya, orang tersebut menjaga rumah tertentu.
"Baru sedang berjalan dan persis depan rumahnya, saya permisi mas, saya mau ke sini. Terus dibilang mau ngapain, langsung tiba-tiba kaya langsung marah-marah gitu sekelompok orang preman yang ada di sana sekitar 10 orang," kata Nindy.
Kemudian, Nindy bertanya siapa sekelompok orang itu. Mereka menjawab, telah ditugasi untuk menjaga rumah perempuan yang hendak didatanginya. Akhirnya, Nindy berupaya masuk tapi malah diadang hingga terjadi cekcok.
"Saya bertanya, mas siapa? Dijawab, saya orang kampung di sini. Saya agak aneh aja, kok orang kampung ini marah-marah ke saya. Saya kan bertamu baik-baik. Mas siapa kok orang kampung bisa jagain rumah tertentu? Akhirnya saya permisi mau ke rumah yang ini, tapi saya tiba-tiba diadang mereka. Saya bilang, loh ada apa? Akhirnya setelah cekcok segala macam, mereka bilang saya orang yang menjaga khusus rumah ini," ungkapnya.
Dengan adanya insiden itu, Nindy akhirnya balik pulang cek in hotel. Kemudian, ia berusaha untuk menghubungi perempuan tersebut tapi tidak ada jawaban atau respons.
Setelah itu, Nindy langsung memesan tiket untuk pulang ke Jakarta.
Diketahui, Nindy Ayunda sempat mendapat teror ketika mendatangi rumah seseorang di Palembang, Sumatera Selatan pada 1 April 2023. Akhirnya, Nindy langsung mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
Sebab, Nindy mengaku mendapat aksi teror begitu ingin pulang ke rumahnya Jakarta Selatan dari Palembang. Sepertinya, ia merasa diikuti saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta.
"Sekali lagi, kami jelaskan bahwa kedatangan saya ke LPSK adalah terkait intimidasi yang dilakukan oleh oknum TNI AD berinisial HS dan kawan-kawan karena kepergian saya ke Palembang. Untuk kronologis kejadian di Palembang akan saya sampaikan segera," jelas Nindy.
Namun begitu, Nindy menegaskan tidak ada niat untuk menyerang institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Tentu, Nindy sangat menghormati TNI apalagi matra Angkatan Darat yang dipimpin Jenderal TNI Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).
"Kami tidak menyerang apalagi menyalahkan institusi dan saya menghormati TNI AD," ujarnya.