Menengok 'Terowongan Teriak' di Papua dan Suara Menggema yang Bikin Merinding

Ada satu kebiasaan unik yang baru-baru ini sering dilakukan sejumlah warga Kota Jayapura. Kebiasaan unik itu mereka lakukan ketika melintasi sebuah terowongan yang menjadi jalan alternatif ring road karena menghubungkan Abepura, Pantai Hamadi, Entrop hingga Holtekamp. Tepatnya di belakang Pos PJR Polda Papua.

Richard Jakson Mayor
Oleh Richard Jakson Mayor - Reporter
Menengok 'Terowongan Teriak' di Papua dan Suara Menggema yang Bikin Merinding
Terowongan Teriak di Papua. ©2023 Merdeka.com

Ada satu kebiasaan unik yang baru-baru ini sering dilakukan sejumlah warga Kota Jayapura. Kebiasaan unik itu mereka lakukan ketika melintasi sebuah terowongan yang menjadi jalan alternatif ring road karena menghubungkan Abepura, Pantai Hamadi, Entrop hingga Holtekamp.

Belakangan ini, ketika melintasi terowongan itu, biasanya pengendara motor, mobil, pejalan kaki, hingga penumpang kendaraan secara spontan berteriak dengan keras. Suara mereka menggema di terowongan itu.

Hendra Sadin, warga Kota Jayapura, mengaku ikut penasaran karena banyak yang menceritakan tentang teriakan orang-orang ketika melintasi terowongan yang kini disebut sebagai 'terowongan teriak'. Terowongan itu tepatnya di belakang Pos PJR Polda Papua, Skilen.

"Ia kaka hari ini saya baru lihat sendiri, dan benar setiap ada orang yang lewat dengan kendaraan mereka pasti teriak. Dan suara mereka itu menggema. Jadi merinding dengarnya," kata Hendra Sadin, kepada merdeka.com, Senin (1/5).

Selain berteriak, warga yang melintas sering berteduh di terowongan itu karena embusan angin membuat sejuk suasana di sekitarnya.

Sekadar diketahui, ruas jalan lingkar atau Ring Road Jayapura memiliki panjang 3,5 kilometer melintasi permukaan laut. Pembangunan jalan ini sudah mulai dikerjakan pada 2010 dan dioperasikan pada tahun 2019. Biaya pembangunannya mencapai sekitar Rp1 triliun.

Rekomendasi