Penyanyi Nindy Ayunda sebelumnya mendatangi gedung Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Kamis (6/4). Nindy mengatakan, tujuannya ke LPSK karena dia mengaku mendapatkan teror hingga diintimidasi sebanyak dua kali.
Pertama, Nindy mendapat intimidasi saat di Palembang, dia diadang 10 preman. Yang kedua, sejumlah oknum TNI mendatangi kediamannya sang adik di daerah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Salah Satu pengacara Nindy Ayunda, Azvant Ramzi Utama belum bisa mengungkap rumah siapa yang hendak didatangi Nindy Ayunda di Palembang, Sumatera Selatan. Menurut dia, kliennya memang tujuannya ingin bersilaturahmi terbang ke Palembang.
"Detailnya saya kurang tahu, baiknya Mbak Nindy yang jelaskan. Namun, setau saya Mbak Nindy ingin bersilaturahmi," kata Azvant, Senin (24/4).
"Alamat pasti juga saya tidak mengetahuinya. Hanya berdasarkan cerita dari Mbak Nindy, nama daerahnya Tangga Buntung," ungkapnya.
Advertisement
Seperti diketahui, Nindy sempat minta perlindungan ke LPSK karena mengaku disatroni oleh TNI. "Dan saya sudah melaporkan ini ke Puspom TNI," kata Nindy.
Namun TNI AD membantah meneror, mengintimidasi hingga mengancam penyanyi Nindy Ayunda. TNI AD menjelaskan, kedatangan anggota ke rumah Nindy Ayunda untuk menyelidiki informasi terkait dokumen senjata api ilegal yang diklaim pengusaha Dito Mahendra sebagai senjata dari Diponegoro Shooting Club.
"Tidak ada teror, intimidasi, atau ancaman dari TNI kepada Nindy Ayunda," kata Kadispenad Brigjen TNI Hamim Tohari dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (7/4).
Akhirnya, Nindy Ayunda mengaku tidak menyalahkan apalagi menyerang institusi TNI AD. Buntut, pernyataannya yang menyebut menerima intimidasi dari beberapa personel TNI AD.
"Kami tidak menyerang apalagi menyalahkan institusi dan saya menghormati TNI AD," kata Nindy dalam keterangannya, Kamis (13/4) malam.
Dia menjelaskan insiden intimidasi yang dimaksud adalah saat bepergian ke Sumatera Selatan, Sabtu (1/4) lalu.
"Sekali lagi, kami jelaskan bahwa kedatangan saya ke LPSK adalah terkait intimidasi yang dilakukan oleh oknum TNI AD berinisial HS dan kawan-kawan karena kepergian saya ke Palembang," kata dia.