TNI berjanji menindak tegas prajurit terlibat bentrok dengan polisi di Kupang, pada Rabu (20/4) malam. Insiden itu juga mengakibatkan perusakan sejumlah fasilitas milik polisi seperti motor, mobil hingga pos pengamanan Idulfitri di Kupang.
Hal ini disampaikan Kasrem 161 Wira Sakti, Kolonel Cpl. Simon Petrus Kamlasi ketika memberikan keterangan pers di Mapolda NTT, Kamis (20/4).
Advertisement
TNI Koordinasi dengan Polisi
Menurut Simon, anggota TNI yang bersalah akan ditindak tegas agar memberikan efek jera. Prosesnya membutuhkan waktu, karena harus mengumpulkan bukti selain video-video yang beredar dan belum jelas siapa-siapa yang terlibat.
"Pada intinya komitmen kita yang paling krusial saat ini adalah, kita kendalikan keadaan sehingga tidak terjadi keributan lanjutan. Karena mau menyambut suasana hari besar keagamaan yakni idulfitri," kata Simon.
Dia menegaskan, seluruh satuan melaksanakan apel luar biasa dan siaga di tempatnya masing-masing. Sedangkan anggota yang cuti pun diberikan penekanan untuk mudah dijangkau, serta bisa dikendalikan.
"Hari ini kami mendampingi Bapak Kapolda baik dari kekuatan Darat, Laut dan Udara, kita sama-sama berkumpul sehingga kita sama-sama bertanggungjawab untuk kelanjutannya ke depan. Kita menjamin anggota-anggota kita terkendali dan kita bisa melaksanakan apa yang kita sepekati. Kita akan bersinergi terus untuk menjamin situasi tetap kondusif," tutup Simon.