Partai Golkar menginginkan konfigurasi capres dan cawapres koalisi besar berasal dari representasi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR).
"Kita harapkan ya masing-masing tentu memiliki representasinya dalam konteks penempatan figur capres dan cawapresnya," ujar Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily di kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (12/4).
Ace mengatakan masing-masing dari KIB dan KIR punya tokoh calon presiden dan calon wakil presiden. Tetapi, ia tidak menjawab tegas apakah akan memasangkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto sebagai perwakilan KKIR dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto sebagai perwakilan KIB.
"Ini kan jelas KIB punya, KIR juga punya, jadi bisa dilihat lah," ujar Ace.
"Tunggu pada waktunya," sambung wakil ketua Komisi VIII DPR RI ini.
Advertisement
Sementara, pertemuan Prabowo dan Airlangga kemarin untuk menguatkan wacana koalisi besar. Ace mengakui komunikasi keduanya terus intens.
"Pak Prabowo dengan Pak Airlangga tidak bisa juga dipisahkan untuk membahas urusan-urusan pemerintahan gitu. Tapi yang jelas bahwa komunikasi antara pak Airlangga dengan Pak Prabowo sangat intens apalagi beliau sama-sama juga menjadi pembantu Presiden Jokowi gitu," ujar Ace.
Ikuti perkembangan terkini berita seputar Pemilu 2024 hanya di merdeka.com