Satu Prajurit Gugur, TNI AU Kurangi Jumlah Penerjun saat Peringatan HUT ke-77

TNI Angkatan Udara (AU) akan mengurangi jumlah penerjun pada saat latihan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma. Semula penerjun berjumlah 77 orang, nantinya akan menjadi 18 orang.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Satu Prajurit Gugur, TNI AU Kurangi Jumlah Penerjun saat Peringatan HUT ke-77
Prajurit TNI AU Gugur. ©2023 Merdeka.com

TNI Angkatan Udara (AU) akan mengurangi jumlah penerjun pada saat latihan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma. Semula penerjun berjumlah 77 orang, nantinya akan menjadi 18 orang.

"Kalau untuk (perubahan) tidak, tetap floornya sama. Hanya jumlah penerjun yang diubah yang tadinya dua pesawat jadi satu pesawat dan jumlahnya tidak 77 lagi. Tadi kita latihkan kalau enggak salah 18," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah kepada wartawan, Kamis (6/4).

Indan mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Sertu Agung Dwano Karisma, saat latihan terjun payung pada Rabu (5/4) kemarin. Jenazah prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) itu dimakamkan keluarga di kampung halaman, Bandung, Jawa Barat.

"Jadi dilaksanakan upacara pemberangkatan militer dengan komandan Kopasgat di dalam itu disampaikan duka cita mendalam, kemudian dilaksanakan upacara militer dan dibawa dengan pesawat sore hari," ujar dia.

Dia berpesan kepada masyarakat agar tetap menjaga keluarga korban, dengan tidak menyebarkan foto-foto saat kejadian.

"Kemudian saya titip mohon kuta jaga keluarga ya, kalau menemukan foto-foto yang kira kira kurang pantas dilihat simpan saja. Kita jaga keluarga," pungkasnya.

TNI AU Bentuk Tim Usut Kecelakaan

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo telah membentuk tim investigasi kasus kecelakaan dua prajurit Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) saat latihan terjun payung di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Rabu (5/3). Tim investigasi itu dibentuk untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

"Sekarang sedang dibentuk tim investigasi untuk mencari penyebab kenapa terjadinya kecelakaan tersebut," ujar Fadjar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (6/4).

Insiden kecelakaan tersebut terjadi saat anggota Kopasgat lainnya melaksanakan latihan terjun payung di kawasan Halim Perdanakusuma, Rabu (5/4) dan menyebabkan Sertu Agung Dwano Karisma meninggal dunia.

Latihan bersama digelar dalam rangka gladi kotor menjelang upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma.

"Kemarin kami berduka, karena salah satu prajurit terbaik kami gugur dalam melaksanakan penerjunan dalam rangka HUT," kata Fadjar.

Kecelakaan saat Terjun Lenting

Fadjar memperkirakan bahwa kecelakaan tersebut terjadi saat melakukan terjun lenting (bungee jumping) yang mengakibatkan tabrakan di udara.

Menurutnya, kejadian tersebut tidak dapat dihindari, sehingga menimbulkan korban jiwa.

"Dan jenazah [Sertu Agung] sudah dimakamkan di kampung halamannya di Soreang dengan upacara kemiliteran," ujar Fadjar.

Rekomendasi