Lapas Kelas II A Pontianak mengadakan program buka puasa bersama keluarga dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Program ini untuk memenuhi kebutuhan WBP berhubungan dengan keluarganya.
Kepala Lapas Kelas II A Pontianak Julianto Budhi Prasetyo mengatakan, pihaknya ingin memberikan hak WBP untuk tetap dapat menjalin silaturahmi bersama keluarga. Buka puasa WBP bersama keluarga ini telah digelar pada Rabu, 30 Maret 2023, dan akan digelar secara bertahap setiap minggu di bulan suci Ramadan.
"Pada kesempatan ini saya mencoba memberikan solusi, merekatkan hubungan mereka, keluarga, dalam bulan Ramadan ini, untuk buka bersama dengan warga binaan. Di Kalbar baru pertama, dan saya coba ini untuk mereka," ungkap Julianto, Rabu (5/4).
Melihat warga binaan dan keluarga ini ceria, menurut Julianto sangat membahagiakan bagi para petugas. "Situasi mereka yang ceria ini menimbulkan rasa, dan ini salah satu upaya mendekatkan diri kepada mereka, memberikan hak mereka, tidak memutus hubungan silaturahmi dengan keluarganya, dan mendapat support dari keluarga," ucapnya.
Julianto melanjutkan, tidak ada kriteria khusus untuk WBP yang ingin buka puasa bersama keluarga. Program itu hanya tidak dapat diikuti WBP yang sedang menjalani sanksi hukuman atau sedang melanggar tata tertib.
"Kita hanya pembagian jadwal. Tidak ada kriteria khusus. Kecuali yang sedang melanggar tata tertib atau mendapat sanksi, itu tidak kita berikan. Kriterianya tidak ada, kita buka untuk semuanya. Ini kebetulan ada yang jauh dari Sanggau, bukan jadwalnya, kita bantu," terangnya.
Advertisement
Selama bulan Ramadan kegiatan buka puasa bersama keluarga WBP ini akan dijadwalkan sebanyak tiga kali. Dalam kegiatan ini, pihak keluarga diperkenankan untuk membawa makanan atau lauk pauk dari rumah dan makan bersama WBP di selasar Lapas.
Sebelum masuk, barang bawaan serta makanan keluarga diperiksa ketat tim khusus agar kegiatan berbuka puasa bersama berlangsung aman dan nyaman.
"Ini momen yang sangat religius dan memberikan motivasi mereka agar lebih baik. Insyaallah secara psikologis sedikit banyak tetap ada mereka terasa diperhatikan, dan ini kesempatan mereka untuk tetap berkomunikasi, meski dalam waktu puasa. Ini juga mengurangi beban tekanan batin, karena rata-rata di sini kan hukumannya tinggi-tinggi," kata Julianto.
Pihaknya akan terus menggelar berbagai program agar para WBP dapat terus menjalin silaturahmi dengan keluarga. "Di kesempatan yang akan datang insyaallah kita akan laksanakan terus dan juga program yang lain untuk pendekatan ini, buka puasa, kemudian di hari raya kita open house untuk mereka, dan ke depannya kita akan buat family gathering dan terobosan lainnya," tukasnya.