Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggelar vaksinasi polio selama sebulan, mulai 3 April 2023. Empat juta balita menjadi sasaran program ini.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menuturkan, vaksinasi polio dilakukan untuk menekan penyebaran penyakit itu menyusul ditemukannya satu balita positif polio di Kabupaten Purwakarta.
"Kami akan melaksanakan vaksinasi untuk melawan penyebaran virus polio kepada empat juta balita di seluruh Jawa Barat," ujar Gubernur Ridwan Kamil melalui siaran pers yang diterima, Selasa (28/3).
Dalam pelaksanaan vaksinasi polio ini, Dinas Kesehatan Jabar bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Vaksinasi polio dengan metode tetes itu ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan.
"Beres dalam waktu satu bulan sehingga penyebaran potensi virus polio ini bisa kita kendalikan dengan baik. Saya meminta bupati dan wali kota bersama-sama menyukseskan vaksinasi ini sehingga tidak boleh ada lagi penyebaran virus polio pada anak-anak kita," kata dia.
Advertisement
Sebelumnya, Ketua Tim Surveilans Dinkes Jabar Dewi Ambarwati mengatakan, polio di Purwakarta lebih disebabkan gencarnya upaya penemuan, hal itu perlu diapresiasi karena pada tahun 2022 Purwakarta tidak mencapai target pengiriman sampel AFP atau accute flaccid paralysis. AFP merujuk ke gejala lumpuh layu akut yang dilaporkan.
Dari sampel yang dikirim pada 14 Maret 2023, Dinkes Jabar dan Dinkes Purwakarta mendapatkan laporan hasilnya positif virus polio tipe 2 VDVP. Sampel tersebut dari seorang anak perempuan usia 4 tahun 5 bulan warga Kampung Cadas Bodas, Desa Tegal Datar, Kecamatan Maniis.
Sebagai catatan, pada tahun 2022 ada 19 daerah di Jabar yang telah memenuhi target pengiriman sampel, yaitu Kabupaten Cirebon, Indramayu, Subang, Garut, Kuningan, Tasikmalaya, Bekasi, Bandung Barat, Pangandaran, Majalengka, Sumedang, Ciamis, dan Kabupaten Karawang. Kemudian Kota Cirebon, Sukabumi, Banjar, Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Bandung.
Advertisement
Penanganan di Purwakarta
Menurut Dewi Ambarwati, tim surveilans Dinkes Jabar bersama Dinkes Purwakarta, Kementerian Kesehatan RI, serta WHO telah turun ke Desa Tegal Datar Kecamatan Maniis untuk melakukan langkah penyelidikan epidemiologi polio.
Atas dasar rekomendasi tim ahli, beberapa langkah sudah diambil. Pertama, mengambil sampel tinja dari 30 anak sehat di desa tersebut untuk melihat apakah sudah ada sirkulasi virus dan terpapar pada anak sekitar tetapi tidak sakit (seperti kejadian di Aceh).
Kedua, skrining dari rumah ke rumah untuk mencari suspek AFP, dan melihat situasi kesehatan anak-anak, mulai dari riwayat imunisasi, kesehatan lingkungan, dan lain-lain. Hingga 17 Maret 2023, tim telah berhasil mewawancarai 261 kepala keluarga dari target 200 rumah.
Ketiga, merujuk pasien suspek polio di Desa Tegal Datar ke RS Hasan Sadikin untuk diperiksa lebih lanjut. Keempat, edukasi dan meningkatkan kapasitas puskesmas dan rumah sakit di Purwakarta.
Kelima, mencegah penyebaran kasus dengan melakukan ORI (Outbreak Respon Imunization). Yakni imunisasi polio tetes tipe 2 atau lebih dikenal dengan Sub PIN pada semua anak di bawah usia 5 tahun, di seluruh kabupaten/kota yang memiliki peta risiko tinggi polio.