Anies Sebut Ada Menko Ingin Ubah Konstitusi, MPR: Amandemen UUD 1945 Sudah Ditutup

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, kewenangan untuk mengubah konstitusi berada di MPR RI, bukan di Menko. Dan dia mengaku, pintu untuk mengubah konstitusi sudah ditutup pada periode ini.

Alma Fikhasari
Oleh Alma Fikhasari - Reporter
Anies Sebut Ada Menko Ingin Ubah Konstitusi, MPR: Amandemen UUD 1945 Sudah Ditutup
Anies Baswedan. ©2023 Merdeka.com

Bakal Calon Presiden (Bacapres) Anies Baswedan mengungkapkan ada Menteri Koordinasi (Menko) yang ingin mengubah konstitusi. Pernyataan itu, diungkapkan Menko secara terang-terangan.

Menanggapi Hal itu, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengatakan, kewenangan untuk mengubah konstitusi berada di MPR RI, bukan di Menko. Dan dia mengaku, pintu untuk mengubah konstitusi sudah ditutup pada periode ini.

"Saya pikir itu hanya sekedar isu saja. Karena mengubah konstitusi itu bukan wilayahnya Menko. Itu wilayahnya MPR, dan sampai hari ini tidak ada, di amandemen sudah ditutup. Amandemen undang-undang udah enggak ada lagi, pintunya udah ditutup di MPR periode ini," kata Jazilul, saat dikonfirmasi, Jumat (17/3).

Lebih lanjut, dia pun menilai apa yang disampaikan mantan Gubernur DKI Jakarta itu hanya berupa tuduhan yang tidak mendasar.

"Maka apa yang disebutkan oleh pak Anies sekedar tuduhan aja," tegas Wakil Ketua Umum PKB itu.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengungkapkan ada menteri koordinator (Menko) yang ingin mengubah konstitusi Indonesia. Bahkan, pernyataan tersebut disampaikan secara terang-terangan.

Hal ini disampaikan Anies dalam acara 'Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan Tokoh KAHMI' yang digelar KAHMI Jaya di Ancol, Jakarta, Kamis (16/3) malam.

"Kok, ada orang yang berada dalam posisi kunci, Menko, mengatakan mengubah konstitusi dengan jumlah orang berapa banyak yang mau mendukung," kata Anies.

Dia pun mengaku tak bisa membayangkan petinggi negeri ini mengatakan ingin mengubah konstitusi secara terang-terangan. Dia menilai bila ada pendapat kontroversial seperti demikian, seharusnya diutarakan di ruang tertutup.

Anies menilai kondisi seperti ini bukan menunjukkan kualitas demokrasi Indonesia yang alami penurunan. Baginya, kondisi ini terjadi ketika orang yang tidak punya komitmen terhadap demokrasi makin berani mengutarakan pikirannya secara terbuka.

"Ini bukan menurun kualitas demokrasi, tapi orang yang tidak komit pada demokrasi makin berani ungkapkan pikirannya terbuka," ujar Anies.

Ikuti perkembangan terkini seputar berita Pemilu 2024 hanya di merdeka.com

Rekomendasi