Seorang anak berinisial AYR (11) meninggal dunia saat berenang bersama dengan tiga temannya di parit. Kejadian ini terjadi pada Rabu (15/3) di Kampung Yatu Raharja, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom.
"Awalnya korban bersama rekannya berenang di jembatan jalan poros Kampung Yatu Raharja (Arso X), pada saat mereka sedang asik berenang ada warga yang menegur mereka untuk tidak berenang lagi, karena melihat parit yang meluap serta arus air yang cukup deras," kata Kapolres Keerom AKBP Christian Aer dalam keterangannya, Kamis (16/3).
Berdasarkan keterangan para saksi di lokasi kejadian, korban dan rekannya itu menghiraukan teguran itu. Mereka pun melanjutkan berenang di lokasi yang berbeda, tepatnya jembatan ladang yang jauh dari pemukiman.
Kemudian, saat korban dan rekannya melompat dari jembatan ke parit. Ternyata korban tidak lagi muncul ke permukaan air.
"Jadi Korban bersama rekannya sama-sama lompat dari jembatan, tapi korban tidak muncul, membuat rekannya yang lain panik dan berusaha mencari korban dengan mengikuti arus air, sekitar 50 M dari jembatan," jelasnya.
"Kemudian salah satu rekannya melihat rambut korban dan berusaha menarik sambil teriak meminta bantuan kepada masyarakat yang ada di ladang," sambungnya.
Advertisement
Mendengar teriakan teman-teman korban, masyarakat yang dekat lokasi pun langsung membantu mengangkat korban dari dalam air. Saat itu, korban terlihat sudah tidak sadarkan diri.
Mengetahui hal itu, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Kwaingga, Kampung Asyaman. Setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan sudah tak bernyawa.
"Hal ini sungguh sangat disayangkan terjadi, tentunya ini menjadi perhatian serius bagi kita semua terutama kepada para orang tua agar dapat memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya, terutama saat terjadi banjir kembali di Wilayah masing-masing," pungkasnya.