Sejak bebas bersyarat Rabu (7/12/2022), mantan narapidana terorisme (napiter), Hisyam bin Alizein alias Umar Patek memanfaatkan waktunya untuk berkumpul dengan keluarga. Dia juga tetap aktif dalam kegiatan deradikalisasi.
"Aktivitasnya itu kumpul sama keluarga, dan menjalankan usaha. Kemudian membimbing masyarakat untuk tidak melakukan aksi terorisme khususnya untuk anak muda dan akademisi," ungkap Umar Patek kepada merdeka.com di sela hadir di acara wisuda sahabatnya Ali Fauzi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (21/2).
Umar Patek mengaku kerap bergabung Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Densus Antiteror 88, Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkum HAM) serta lembaga atau yayasan untuk memberi edukasi tentang deradikalisasi.
"Terutama kepada akademi atau lapas-lapas yang ada napiternya," tegasnya.
Advertisement
Kegiatannya itu termasuk bergabung dengan Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP) di Lamongan yang dirintis Ali Fauzi. Selain itu, Umar Patek juga mengawali bisnis sembako dan berjualan secara online.
"Sementara ini dagang di Surabaya. Yang didagangkan sembako, banyak juga di penjualan online," katanya.
Umar Patek juga mengaku memiliki program pribadi untuk segera memiliki keturunan. Ia telah menikah, tetapi belum dikaruniai keturunan.
"Program pribadi ingin punya anak. Belum punya anak, sudah menikah sejak tahun 1998. Sekarang konsen punya keturunan. Istri hanya satu, tidak (nambah istri) insyaallah tidak akan nambah istri," jelasnya tersenyum.
Umar Patek terkait jaringan Al-Qaeda dan terlibat Bom Bali I yang merenggut nyawa 202 orang, termasuk 88 warga Australia. Dia dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Saat ini Umar Patek harus menjalani program bimbingan yang berlangsung hingga 2030.