Selidiki Dugaan Korupsi Bansos DKI Jakarta, KPK: Kami Ikuti Informasi Itu

Dugaan temuan korupsi bansos DKI Jakarta ini beredar di media sosial pada 9 Januari 2023 lalu. Menurut akun @kurawa dugaan korupsi bansos DKI senilai Rp2,85 triliun.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Selidiki Dugaan Korupsi Bansos DKI Jakarta, KPK: Kami Ikuti Informasi Itu
KPK. ©2022 Antara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disinyalir tengah menyelidiki kasus dugaan korupsi pengadaan Bansos Covid-19 di DKI Jakarta. KPK tak menampik disebut demikian.

Namun, Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri belum bersedia membeberkan hal tersebut. Ali menyebut pihaknya akan menjelaskannya saat proses penyidikan maupun penuntutan.

"Ketika proses penyidikan dan penuntutan pasti kami akan sampaikan nanti," ujar Ali dalam keterangannya, Jumat (17/2/2023).

Beredar di media sosial soal dugaan korupsi bansos Pemprov DKI tahun 2022 saat masa kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan. Salah satu yang meramaikan adanya dugaan korupsi tersebut yakni akun Twitter @kurawa.

Dugaan temuan ini beredar di media sosial pada 9 Januari 2023 lalu. Menurut akun @kurawa dugaan korupsi bansos DKI senilai Rp2,85 triliun.

Ali mengatakan tim lembaga antirasuah sudah menerima adanya informasi dugaan korupsi Bansos Covid-19 di DKI.

Pasar Jaya merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ditunjuk Dinas Sosial DKI Jakarta sebagai rekanan dalam menyalurkan bansos berupa paket sembako kepada warga terdampak Covid-19.

"Jadi, kami juga mengikuti informasi itu. Tentu, yang bisa kemudian kami sampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kerja-kerja KPK adalah pada proses penyidikan dan juga penuntutan," kata Ali.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono sebelumnya telah menanggapi dugaan korupsi program bansos DKI Jakarta pada 2020 senilai Rp 2,85 triliun. Hal ini setelah beredar di media sosial Twitter yang diunggah akun @kurawa pada 9 Januari 2023.

"Saya enggak tahu, itu kan sudah lama,” ucap Heru di Balai Kota, Rabu (11/1/2023).

Heru menegaskan, jajarannya sudah merekonsiliasi data penerima bansos di DKI Jakarta sebanyak 3-4 kali. Oleh karena itu, ia tidak tahu terkait data sebelumnya.

“Dari saya di sini sudah 3-4 kali membahas mengenai data, rekonsiliasi data (penerima bansos). Kalau yang lalu-lalu, kan saya enggak paham,” ungkap Heru.

Reporter: Fachrur Rozie

Rekomendasi