PPATK Ungkap Dana Nasabah Indosurya untuk Beli Jet, Yacht sampai Operasi Plastik

Saat ini PPATK sedang menelusuri aliran dana Indosurya. Termasuk aliran dana yang lari ke luar negeri.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
PPATK Ungkap Dana Nasabah Indosurya untuk Beli Jet, Yacht sampai Operasi Plastik
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana. ©2022 Antara

Ketua Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengungkap, hasil tindak pidana pencucian uang Koperasi Simpan Pinjam Indosurya digunakan untuk pembelian pribadi. Dana nasabah itu digunakan untuk pembelian jet, yacht sampai operasi plastik

"Banyak dana nasabah itu dipakai, ditransaksikan ke perusahaan terafiliasi, contohnya dibelikan jet, dibayarkan yacht, bahkan dibayarkan untuk operasi plastik, dibayarkan untuk kecantikan, untuk suntik, macam-macam," kata Ivan dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4).

Saat ini PPATK sedang menelusuri aliran dana Indosurya. Termasuk aliran dana yang lari ke luar negeri.

"Dan jika ditanyakan, apakah ada aliran ke luar negeri, ya PPATK mengikuti aliran ke luar negeri," ungkap Ivan.

Ivan bilang, apa yang dilakukan Indosurya sesungguhnya adalah skema ponzi. Hal tersebut juga telah dilaporkan PPATK kepada Menteri Koperasi dan UMKM.

"Alirannya sebenarnya sederhana, secara keseluruhan skemanya sebenarnya skema ponzi. Itu sudah kami sampaikan kepada Pak Menteri Koperasi, Pak Teten. Koperasi KSP ini skemanya skema ponzi," jelasnya.

Melihat kasus ini, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati melakukan investasi. Kata Ivan, saat ini sulit mencegah kerugian masyarakat.

"Mohon maaf masih bisa dikatakan lemah, sehingga memang keuntungan yang besar yang ditawarkan oleh para pelaku usaha dengan itikad buruk tadi, mohon maaf membutakan para nasabah untuk kemudian mereka dengan ikhlasnya memberikan dana untuk investasi yang berisiko," ujarnya.

Rekomendasi