Jusuf Kalla: Tidak Ada Indikasi Resesi di Indonesia

JK berharap agar Indonesia betul-betul terhindar dari krisis, pemerintah dapat memberi peluang usaha kepada para pengusaha, sehingga bekerja sebaik-baiknya dan melakukan investasi di berbagai bidang.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Jusuf Kalla: Tidak Ada Indikasi Resesi di Indonesia
Jusuf Kalla. ©2021 Merdeka.com

Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) menegaskan tidak ada indikasi resesi yang terjadi di Indonesia pada tahun 2023. Kondisi tersebut juga diprediksi terjadi di ASEAN.

“Saya kira tidak ada hal-hal yang akan membawa kita pada krisis itu, saya kira juga di Asean seperti itu, berbeda halnya dengan negara-negara di Eropa," kata JK di sela-sela acara pelantikan pengurus Himpunan Pengusaha KAHMI (Hipka) di Jakarta dilansir Antara, Rabu (8/2).

Meskipun demikian, JK berharap agar Indonesia betul-betul terhindar dari krisis, pemerintah dapat memberi peluang usaha kepada para pengusaha, sehingga bekerja sebaik-baiknya dan melakukan investasi di berbagai bidang.

“Para pengusaha harus bekerja dengan baik, melakukan investasi dan pemerintah harus memberi peluang lebih baik," harapnya.

Sementara itu, Bendahara Umum Hipka Mohammad Rafil Perdana mengatakan kehadiran HIPKA dapat menjadi inkubator bisnis para calon konglomerat muslim di Indonesia.

Menurut dia, semakin banyak pebisnis anak bangsa tentunya juga akan memberikan daya dorong yang lebih baik terhadap perekonomian.

Hipka merupakan organisasi bisnis dari kalangan pengusaha muslim yang berhimpun di Kadin Indonesia. Acara pengukuhan anggota baru HIPKA angkatan I tahun 2023, merupakan bukti nyata peran HIPKA dalam mendorong lahirnya pengusaha handal dan berdaya saing.

Dana Moneter Internasional (IMF) kembali merevisi perkiraan pertumbuhan ekonomi global di tahun 2023 menjadi lebih baik. Sebelumnya proyeksi pertumbuhan ekonomi global di tahun 2022 diperkirakan sebesar 3,4 persen menjadi 2,9 persen pada 2023, naik dari perkirakan awal sebesar 2,7 persen pada bulan Oktober lalu.

Hal ini juga diaminkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri acara Mandiri Investment Forum (IMF) 2023, di Hotel Fairmont, Jakarta, Rabu (1/2).

"Tadi pagi saya mendapatkan informasi, bahwa tekanan ekonomi global terhadap ekonomi kita sudah agak mereda. Apa yang dulu kita bayang-bayangkan ternyata banyak yang tidak terjadi. Ini patut kita syukuri," ujar Jokowi.

Jokowi menambahkan ekonomi Indonesia di 2022 diperkirakan sebesar 5,2 hingga 5,3 persen yoy. Kemudian inflasi masih terkendali di angka 5,51 persen dan PMI Manufaktur juga tumbuh ekspansif 50,9.

"Kita harus optimis jangan sampai ada yang pesimis. Harus optimis," tandas Kepala Negara itu.

Rekomendasi