Capres Partai NasDem Anies Baswedan bisa kembali maju di Pilgub DKI 2024 jika kalah di Pilpres. Politisi PKB Luqman Hakim menilai Anies layak kembali maju lantaran pernah dipercaya masyarakat ibu kota menjadi Gubernur.
"Layak-layak saja. Kenapa? Anies sudah pernah terbukti dipilih mayoritas rakyat Jakarta untuk menjadi Gubernur. Dan, dia berhasil menjalankan tugasnya secara penuh selama 5 tahun," kata Luqman lewat pesan tertulis, Jumat (27/1).
Namun, kata Luqman, kecil kemungkinan Anies berniat maju kembali di Pilgub DKI. Sebab, mantan Menteri Pendidikan itu kini sedang fokus di Pilpres 2024.
"Tapi, apa iya sekarang Pak Anies berpikir mau nyalon Gubernur DKI 2024? Bukannya sekarang Pak Anies sedang fokus untuk bisa maju dalam Pilpres 2024? Karena itu, saya tidak percaya Pak Anies saat ini sempat mikirin soal Pilgub DKI 2024," ucapnya.
Luqman berkata, maju atau tidak di Pilgub DKI adalah hak Anies. Soal masyarakat bakal mempercayakannya lagi adalah hal yang dinamis.
"Itu haknya Pak Anies. Kalau soal tingkat kepercayaan masyarakat, sifatnya dinamis. PKB tidak merasa penting untuk mencermati masalah ini," tandasnya.
Advertisement
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy’ari mengungkapkan tidak ada larangan bagi calon presiden yang kalah untuk mengikuti Pilkada 2024. Dengan demikian, semua tokoh masih berpeluang maju menjadi kepala daerah meski kalah di Pilpres. Tak terkecuali Anies Baswedan.
Anies menjadi tokoh pertama yang dideklarasikan menjadi capres oleh Partai NasDem. Anies menunggu tiket dari gabungan partai atau koalisi untuk maju Pilpres.
Bila gagal maju atau kalah di Pilpres, Anies masih bisa berkompetisi di Pemilu lewat Pilkada DKI Jakarta. Pilgub DKI akan digelar serentak dengan daerah lain pada 27 November 2024.
"Tidak ada larangan (Capres kalah atau gagal maju Pilkada)," kata Hasyim dalam dialog publik bertajuk “Menampik Berita Bohong, Ujaran Kebencian, Politik Identitas, Polarisasi Politik, dan SARA pada Pemilu 2024”, di Jakarta Selatan, Kamis.
Meskipun sedang bersafari politik sebagai Capres, nama Anies masih masuk dalam bursa calon Gubernur DKI. Bahkan, pada survei Populi Center, nama Anies masuk tiga besar Cagub DKI pilihan masyarakat bersama Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno.
Survei Cagub DKI itu digelar pada 9-16 Oktober 2022 dengan 600 responden di 60 kelurahan yang ada di DKI Jakarta. Populi Center menyodorkan 24 tokoh untuk dipilih pada Pilgub DKI.
Hasilnya, nama Ridwan Kamil berada di urutan teratas dengan 69,7 persen, disusul Sandiaga Uno 67,7 persen, Anies Baswedan 66,2 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono (55 persen). Sementara, nama-nama lain mendapatkan dukungan di bawah 50 persen.
Advertisement
Nama Anies Baswedan bahkan menjadi yang diunggulkan dalam survei Populi Center pada Februari 2022. Anies menduduki posisi pertama dengan elektabilitas sebesar 47,5 persen.
"Survei kali ini menunjukkan Anies Baswedan menjadi tokoh paling unggul dan berpeluang untuk menjadi kandidat Gubernur DKI Jakarta periode mendatang. Sosok Anies Baswedan menjadi tokoh paling populer, paling disukai, dan paling banyak dipilih," kata peneliti Populi Center Rafif Pamenang dalam keterangannya
Posisi kedua dan ketiga masing-masing diikuti Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan elektabilitas 8,5 persen dan Sandiaga Uno dengan elektabilitas 5,3 persen.
Populi Center menyelenggarakan survei ini di Provinsi DKI Jakarta mulai tanggal 26 Januari hingga 1 Februari 2022 dengan sampel responden tersebar secara proporsional di 60 kelurahan di Provinsi DKI Jakarta.