Harapan Hidup Pasien Gagal Ginjal: Cuci Darah 8 Tahun, Transplantasi 25 Tahun

Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U (K), Ketua ASRI Urology Center (AUC) menuturkan penyakit Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan salah satu dari penyakit yang menyerap dana besar pada pembiayaan kesehatan pemerintah melalui BPJS.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Harapan Hidup Pasien Gagal Ginjal: Cuci Darah 8 Tahun, Transplantasi 25 Tahun
ilustrasi ginjal. lifeline24.co.uk

Pada tahun 2015 di Indonesia terdapat 21.050 kasus baru dari gagal ginjal dengan 89% di antaranya dikategorikan dalam stadium akhir. Dengan meningkatnya kasus penyakit ginjal tersebut maka meningkat juga pasien yang mendapatkan terapi pengganti ginjal dengan hemodialisis, Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) atau dengan transplantasi ginjal.

Transplantasi ginjal merupakan pilihan terapi pengganti ginjal yang pada awalnya dipelopori oleh Almarhum Prof. Sidabutar pada tahun 1977 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Perkembangannya hingga saat ini ada beberapa rumah sakit yang mampu melakukan transplantasi ginjal, salah satunya adalah RS Siloam ASRI.

Saat ini, RS Siloam ASRI telah melakukan lebih dari 200 operasi transplantasi ginjal sejak tahun 2017 hingga sekarang, dengan 41% pasien berasal dari pulau Jawa dan 59% dari luar pulau Jawa. Sejak tahun 2018, RS Siloam ASRI juga telah melakukan teknik retroperitoneal yang lebih aman dan efektif untuk pendonor, di mana tindakan transplantasi dilakukan langsung ke letak ginjal pendonor.

Prof. Dr. dr. Endang Susalit, Sp.PD-KGH, FINASIM, Ketua Tim Transplantasi Ginjal RS Siloam ASRI mengatakan penyakit ginjal kronik saat ini menjadi masalah kesehatan masyarakat di seluruh Indonesia dengan angka prevalensinya sekitar 10 persen pada orang dewasa. Penyakit ginjal kronik yang tidak dapat di atasi dengan pengobatan dan diet rendah protein akan berakhir dengan gagal ginjal yang menyebabkan penurunan kualitas hidup pasien yang pada umumnya memerlukan pengobatan pengganti ginjal, yaitu dialisis atau transplantasi ginjal.

"Dapat dikatakan bahwa transplantasi ginjal merupakan terapi gagal ginjal paling ideal karena bisa mengatasi permasalahan akibat penurunan fungsi ginjal, tidak seperti dialisis yang hanya dapat mengatasi sebagian masalah saja," kata Endang, Jumat (13/1).

"Manfaat transplantasi dalam meningkatkan harapan hidup. Bisa dilihat pada pasien dialisis yang disebabkan oleh diabetes melitus yang dinyatakan memiliki harapan hidup 8 tahun, namun jika dilakukan transplantasi ginjal, pada kelompok umur yang sama, harapan hidupnya meningkat menjadi 25 tahun," jelas dia.

Sementara itu, Dr. dr. Nur Rasyid, Sp.U (K), Ketua ASRI Urology Center (AUC) menuturkan penyakit Gagal Ginjal Kronik (GGK) merupakan salah satu dari penyakit yang menyerap dana besar pada pembiayaan kesehatan pemerintah melalui BPJS, sehingga menjadi penyakit yang diutamakan penyelesaiannya oleh Kemenkes RI.

"Gagal ginjal masih menjadi masalah serius yang perlu ditanggulangi di Indonesia, di mana tingkat kejadian gagal ginjal yang kronik meningkat dari 0,2% pada 2013 menjadi 0,38% pada 2018."

Rekomendasi