Perahu Terbalik Dihantam Arus Deras, Peternak di Banyuasin Tewas

Seorang peternak sapi, LS (48) ditemukan tewas di perairan Pulau Borang, Banyuasin, Rabu (29/12). Dia sempat hilang selama tiga hari setelah perahu yang dikemudikannya terbalik dihantam arus sungai yang deras.

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Perahu Terbalik Dihantam Arus Deras, Peternak di Banyuasin Tewas
Ilustrasi evakuasi korban tenggelam. ©2022 Merdeka.com/HO-Basarnas Sulsel

Seorang peternak sapi, LS (48) ditemukan tewas di perairan Pulau Borang, Banyuasin, Rabu (29/12). Dia sempat hilang selama tiga hari setelah perahu yang dikemudikannya terbalik dihantam arus sungai yang deras.

Berdasarkan informasi dihimpun, korban bersama anaknya, SB (18), mengangkut pakan sapi menggunakan perahu, Selasa (27/12). Tiba di perairan Pulau Borang, perahu mereka terbalik karena dihantam air sungai yang deras.

SB berhasil diselamatkan warga yang kebetulan melintas. Sementara ayahnya hanyut dan tenggelam.

Tiga hari pencarian, mayat korban akhirnya ditemukan mengapung dengan jarak 19,2 mil dari TKP. Setelah dilakukan identifikasi, jenazah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.

Cuaca Ekstrem

Kepala Pos Pangkalan Muara Kumbang Bripka Nopri mengungkapkan, jarak penemuan korban yang jauh dari lokasi tenggelam akibat terbawa arus. Sebab, perairan tersebut saat ini sedang tidak bersahabat seiring bersamaan cuaca ekstrem.

"Perahunya terbalik karena dihantam arus deras. Saat ini cuaca memang ekstrem," ungkap Nopri, Kamis (29/12).

Dia memastikan, kematian korban murni karena kecelakaan tunggal dengan adanya keterangan saksi yang tak lain adalah anaknya. Warga diimbau lebih waspada jika beraktivitas di laut dan sungai.

"Jika mengikuti arahan, kecelakaan bisa dicegah dan tidak menimbulkan korban," pungkasnya.

Rekomendasi