Ketua Divisi Bidang Teknis KPU Idham Holik menegaskan dirinya tidak pernah melakukan intimidasi kepada anggota KPU Daerah. Dia menjelaskan, pada forum konsolidasi nasional KPU dihadiri oleh ribuan orang yang terdiri atas Ketua KPU, Sekretaris Jenderal KPU, pejabat struktural, serta anggota KPU seluruh daerah. Sehingga, tidak mungkin dia melontarkan ancaman maupun intimidasi di hadapan mereka.
Diketahui, Tim hukum Koalisi Kawal Pemilu Bersih melaporkan Komisioner KPU Idham Holik ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) atas dugaan intimidasi kepada petugas KPU daerah dalam forum konsolidasi nasional KPU yang digelar awal Desember 2022 lalu.
"Itu konteksnya jokes. Bayangin, masa di depan ribuan orang saya intimidasi. Kalau intimidasi interpersonal, ya kan? Dan pertanyaannya sebodoh itukah? Ini videonya ada," kata Idham, kepada wartawan, di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (21/12).
Idham diduga melontarkan ancaman dalam konsolidasi nasional saat mengatakan bahwa jika ada anggota KPU yang tidak mengikuti arahan, maka akan masuk 'rumah sakit'.
Advertisement
Perihal kalimat tersebut, Idham pun membenarkan. Namun, dia menyebut pernyataan itu merupakan unek-uneknya dan wajar dilakukan dalam konteks komunikasi organisasi.
"Dalam konteks komunikasi organisasi, ada apa pun kita bicarakan, apalagi dalam konteks keluarga besar. Enak enggak enak diungkapkan, 'Kalau yang enggak tegak lurus saya bawa ke rumah sakit'. Begitu doang, habis itu saya tutup," ucapnya.
Dia pun mengakui, atas ucapannya tersebut para anggota KPU yang hadir merespons dengan tawa. "Saya tutup sampai tertawa semua itu forumnya. Masa orang ditekan tepuk tangan?" imbuhnya.