Tokoh NU, Menteri hingga Wagub Hadiri Haul Gus Dur ke-13

Tema yang diusung kali ini adalah 'Gus Dur dan Pembaharuan NU'.

Ronald
Oleh Ronald - Reporter
Tokoh NU, Menteri hingga Wagub Hadiri Haul Gus Dur ke-13
Haul Gus Dur ke 13. ©2022 Merdeka.com

Nahdlatul Ulama (NU) kembali menggelar atau memperingati hari wafatnya (haul) Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur ke 13, di Jalan Warung Sila, No.10, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Haul dilakukan untuk mengenang kepergian Presiden RI ke 4 tersebut.

"Tema yang diusung kali ini adalah 'Gus Dur dan Pembaharuan NU'. Hal ini karena terkait dengan peringatan Harlah 1 Abad Hijriyah NU yang jatuh pada 16 Rajab Tahun Hijriyah depan," kata Alissa Wahid, dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (17/12).

Alissa menjelaskan, tajuk yang dipilih ihwal perjuangan Gus Dur di NU. Maka, haul Gus Dur kali ini akan membicarakan tentang apa saja kiprah perjuangan Gus Dur selama beliau memimpin NU dari 1984 hingga 2000.

"Itu yang akan kita refleksikan melalui Haul Gus Dur kali ini," katanya.

Adapun sejumlah tokoh yang telah hadir di acara haul Gus Dur yakni Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasarudin Umar, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Luqman Hakim Syaifudin, Rizal Ramli, dan Menpan RB Abdullah Azwar Anas.

"Selain hadirin, kami mengundang tokoh-tokoh NU untuk memberikan tausiah tentang khidmat Gus Dur di NU," kata Alissa.

Acara akan dibuka dengan pembacaan sholawat dari Veve Zulfikar, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Ustadz Miqdar Zulfikar Basyaiban Al-Idrisi Al- Nasank.

Tamu yang diundang dalam acara ini dibatasi, mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang belum usai. Namun ini tak mengurangi makna dan kemeriahan acara. Masyarakat juga dapat mengikuti acara ini, via kanal Youtube TV 9 dan TV NU.

"Harapan kami melalui Haul Gus Dur ini, kita akan mendapatkan, menggali, merefleksikan kembali perjuangan Gus Dur untuk NU. Dari sana kita belajar prinsip-prinsip dasar perjuangannya, gagasan besarnya, dan setelah itu NU masa kini dan ke depannya dapat semakin mengembangkan khidmat insklusif NU tersebut," pungkasnya.

Rekomendasi