Sampah Kali Jambe Bekasi Dikeruk, Beratnya Capai 100 Ton

Proses pengangkatan tumpukan sampah yang menghambat aliran kali sepanjang 200 meter ini diperkirakan membutuhkan waktu tiga hari.

Enriko
Oleh Enriko - Reporter
Sampah Kali Jambe Bekasi Dikeruk, Beratnya Capai 100 Ton
Sampah di Kali Jambe Bekasi Dikeruk. ©2022 Merdeka.com

Tumpukan sampah seberat lebih dari 100 ton di Kali Jambe tepatnya di bawah Jembatan Keramat Mundu, Desa Satriajaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi mulai dibersihkan petugas, Sabtu (10/12).

Proses pengangkatan tumpukan sampah yang menghambat aliran kali sepanjang 200 meter ini diperkirakan membutuhkan waktu tiga hari. Pengerukan sampah ini menggunakan satu unit alat berat jenis long arm milik BBWS Citarum.

Kepala UPTD Persampahan Wilayah 2 pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Sumardi mengatakan, tumpukan sampah didominasi sampah rumah tangga dan batang pohon. Sampah tersebut menumpuk di bawah jembatan setelah terbawa arus ketika debit air kali meningkat.

"Paling banyak sampah rumah tangga, dan batang pohon. Kemarin itu di hulu hujan deras akhirnya sampah-sampah ini terbawa dan tertahan di sini," ucapnya.

Ratusan ton sampah tersebut akan dibawa ke TPA Burangkeng, Kecamatan Setu menggunakan truk sampah yang sudah disiagakan di lokasi sebanyak lebih dari 10 unit.

"Kita sudah berupaya agar bisa segera dibersihkan, tapi karena hujan deras di TPA Burangkeng mengakibatkan longsor akhirnya ini terkendala, tapi sampah sudah kita naikan di darat tinggal diangkut saja," katanya.

Dia mengatakan, ketika banjir di Kali Jambe seringkali muncul tumpukan sampah yang terbawa dari hulu kemudian tertahan di Jembatan Keramat Mundu. Tumpukan sampah itu pun menghambat aliran air sehingga kali bisa meluap.

"Ini sudah yang kelima kalinya kita lakukan pembersihan di aliran Kali Jambe Keramat Mundu ini," ujarnya.

Pengerukan sampah di Kali Jambe, lanjut Sumardi, juga merupakan upaya dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi untuk mengantisipasi terjadinya banjir di musim hujan seperti saat ini.

"Ini juga ada program dari kepala dinas yaitu program tancap gas, tanggulangi, tanggap dan cepat untuk permasalahan sampah yang ada di aliran sungai, karena ini sudah masuk musim hujan," ungkapnya.

Rekomendasi