Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar, Polda Metro Perketat Penjagaan di Jadetabek

Meski kewaspadaan meningkat, kata Zulpan, pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan. Dia memastikan, tidak ada pengurangan pelayanan terhadap publik.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Bom Bunuh Diri di Polsek Astana Anyar, Polda Metro Perketat Penjagaan di Jadetabek
Kabid Humad Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan. Liputan6/ady

Polda Metro Jaya memperketat penjagaan terhadap seluruh kantor polisi yang ada di wilayah hukumnya seperti di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok. Hal ini dilakukan usai terjadinya bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat.

"Polda metro jaya tentunya akan meningkatkan kewaspadaan dan memperketat penjagaan mako Polda/Polres/Polsek, khususnya terhadap hal-hal yang mencurigakan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Rabu (7/12).

Meski kewaspadaan meningkat, kata Zulpan, pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan. Dia memastikan, tidak ada pengurangan pelayanan terhadap publik.

"Dengan tidak mengurangi terhadap pelaksanaan pelayanan kepolisian terhadap masyarakat di kantor-kantor polisi yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Bom bunuh diri terjadi di Kantor Polsek Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, hari ini sekitar pukul 08.30 WIB. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Aswin Sipayung menceritakan kronologi kejadian. Dia menyebut, pada pukul 08.20 WIB, Polsek Astana Anyar menggelar apel pagi.

“Tiba-tiba ada satu orang laki-laki masuk ke Polsek mengacungkan senjata tajam menerobos barisan apel pagi,” jelasnya, Rabu (7/12).

Mendadak anggota Polsek Astana Anyar menghindar. Tak lama kemudian, terjadi ledakan.

“Sekarang pelaku membawa bom ledakan tersebut meninggal dunia di lobi Polsek,” ujarnya.

Pelaku bom bunuh diri tewas di lokasi kejadian. Sementara itu, satu polisi meninggal dunia dan delapan orang mengalami luka-luka.

Rekomendasi