Isteri serta anak dari Aiptu (Purn) Ismail Bolong telah memenuhi panggilan Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dit Tipidter) Bareskrim Polri. Panggilan ini terkait dengan kasus dugaan tambang ilegal yang berada di Kalimantan Timur (Kaltim).
Namun, kedatangan mereka itu tidak terpantau oleh sejumlah awak media yang sudah menunggu sejak pagi hari di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Akan tetapi, kedatangannya itu dibenarkan oleh Dir Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto.
"Yang jelas mereka dan lawyer sudah di dalam," kata Pipit saat dikonfirmasi, Kamis (1/12).
Advertisement
Sebelumnya, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dit Tipidter) Bareskrim Polri melakukan pemanggilan kepada anggota keluarga Aiptu (Purn) Ismail Bolong, pada Kamis (1/12), hari ini. Pemanggilan ini terkait dengan kasus dugaan tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim).
Dir Tipidter Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto mengatakan, anggota keluarga yang akan hadir yakni istri serta anak dari Ismail Bolong.
"Hari ini terkonfirmasi akan hadir istri dan anak IB memenuhi panggilan di Bareskrim," kata Pipit saat dihubungi, Kamis (1/12).
Pipit menyebut, keduanya direncanakan bakal hadir memenuhi pemeriksaan pada pukul 11.00 Wib. Namun, dirinya belum bisa memastikan apakah keduanya akan hadir waktu tersebut atau tidak.
"Sekitar jam 11 an ya (informasi kehadirannya)," sebutnya
Jenderal bintang satu ini menegaskan, pemeriksaan terhadap keduanya ini terkait kasus yang sudah masuk dalam tahap penyidikan.
"(Baru permintaan klarifikasi) sudah penyidikan," tegasnya.
Advertisement
Ismail Bolong Tak Hadir Pemeriksaan
Aiptu (Purn) Ismail Bolong mangkir dalam panggilan Penyidik Bareskrim Polri, pada Selasa (29/11) kemarin. Pemanggilan terhadapnya ini terkait dengan kasus dugaan tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim).
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dir Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto mengatakan, tidak hadirnya Ismail Bolong dikarenakan sakit.
"Yang bersangkutan alasannya sakit," kata Pipit saat dihubungi, Rabu (30/11).
Ia menjelaskan, sakitnya Ismail Bolong dikarenakan ramainya pemberitaan di media terhadap kasus tambang ilegal tersebut.
"(Ismail bolong ngaku sakit apa) Ya katanya setres. Katanya yang menyebabkan stres wartawan-wartawan, katanya media," jelasnya.
Selain itu, jenderal bintang satu ini belum bisa memastikan kapan Ismail Bolong akan hadir memenuhi panggilan dari penyidik. Namun, pemanggilan ulang akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Iya iya (mulanya dari dia) ya sudah nanti kita informasikan lagi ya. Mudah-mudahan secepatnya," tutupnya.
Polisi Ancam Jemput Paksa Ismail Bolong Jika Kembali Mangkir
Sebelumnya, Polri belum bisa memastikan apakah Aiptu (Purn) Ismail Bolong akan memenuhi panggilan penyidik untuk dimintai keterangan terkait tambang ilegal di Kaltim yang pernah dia ungkap beberapa waktu lalu. Surat pemanggilan untuk Ismail sudah dikirim pada Senin (28/11) kemarin.
"Belum, belum ada konfirmasi dia hadir," ujar Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dit Tipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto, saat dihubungi, Selasa (29/11).
Surat pemanggilan kemarin adalah yang kedua kalinya dilayangkan kepolisian pada Ismail. Bila kali ini yang bersangkutan juga tak memenuhi panggilan, polisi berencana melakukan jemput paksa.
Apalagi sejak viral video pernyataan Ismail, polisi bertugas di Samarinda itu seolah sulit terlacak keberadaannya.
"Ya (rencana akan dijemput paksa), kita sudah bertanya ya, kepada RT nya. Sejak viral video itu beliau tidak diketahui keberadaannya," tambahnya.