Temukan Gejala Gangguan Ginjal Akut, Ini Pesan Menkes

Budi meminta masyarakat untuk tidak panik sebab dokter pasti mengetahui obat terbaik untuk diberikan ke anak.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Temukan Gejala Gangguan Ginjal Akut, Ini Pesan Menkes
Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin Bicara Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak. ©2022 Liputan6.com/Angga Yuniar

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk konsultasi ke dokter terdekat apabila menemukan gejala gangguan ginjal akut pada anak.

"Cara yang paling gampang adalah konsultasi ke dokter terdekat dan sudah kita pastikan dokter tersebut terkonfirm dan bisa memberikan judgement secara medis," katanya di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Jumat (21/10).

Dia meminta masyarakat untuk tidak panik sebab dokter pasti mengetahui obat terbaik untuk diberikan ke anak.

"Karena kondisi masing-masing anak itu berbeda-beda. Ada yang memang memiliki penyakit parah yang harus tetap minum obat. Nah keputusan itu ada di tangan dokternya. Jadi untuk masyarakat, enggak usah panik. Kalau misalnya sakit kemudian bingung milih obat apa, tanyakan saja ke dokternya," jelasnya.

Tidak hanya itu, Budi mengingatkan untuk tidak mengonsumsi obat tanpa arahan dari dokter.

"Mereka adalah orang yang paling pas, tenang saja. Sama seperti biasa, kalau sakit ke dokter dan jangan sembarangan konsumsi obat tanpa konsultasi ke dokter," tegasnya.

Dia mengklaim sudah menemukan obat untuk penyakit Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal atau Acute Kidney Injury (AKI) secara misterius pada anak-anak. Adapun obat tersebut adalah fomepizole.

"Sudah ketemu obatnya, namanya fomepizole. Di Indonesia belum ada, kemarin kita ambil dari Singapura, kita hand carry ke sini, kita coba dulu ini antidotnya, kita coba ke 10 pasien di RSCM" ungkapnya.

Dia mengatakan, dari 10 pasien di RSCM yang diberi obat ini, terlihat kondisi yang membaik

"Setelah diberi obat ini, sebagian membaik, sebagian stabil tidak menurun. Jadi kami merasa confident bahwa obat ini efektif. Sekarang pemerintah Indonesia mendatangkan lebih banyak lagi (obatnya)," terangnya.

Nantinya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mendatangkan 200 vial seharga Rp16 juta per vial yang akan diberikan secara gratis untuk para pasien.

"Kita mau bawa 200 dulu karena 1 (vial) bisa buat 1 orang. Ada beberapa kali injeksi tapi bisa cukup 1 vial," tutup Budi.

Rekomendasi