Anies Bicara Manajemen Pengendalian, Klaim Banjir Jakarta Surut Dalam Waktu 6 Jam

Menurut Anies, banjir yang terjadi akibat Sungai Ciliwung meluap disebabkan curah hujan tinggi dari hulu.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Anies Bicara Manajemen Pengendalian, Klaim Banjir Jakarta Surut Dalam Waktu 6 Jam
Anies Baswedan di TPST Bantargebang. ©Liputan6.com/Winda Nelfira

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengomentari kondisi banjir di ibu kota yang menjadi sorotan selama sepekan terakhir. Menurut Anies, banjir di Jakarta sekarang tidak mengkhawatirkan.

"Jadi, kita tidak khawatir dengan foto-foto genangan itu. Yang kami khawatir adalah kalau genangan berhari-hari. Berarti manajemennya nggak betul. Jadi Anda silakan lihat, bandingkan Jakarta dengan kota kota lain. Silakan bandingkan saja," kata Anies ketika ditemui di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (11/10).

Menurut Anies, banjir yang terjadi akibat Sungai Ciliwung meluap disebabkan curah hujan tinggi dari hulu.

"Itu ada limpahan air yang datang dari hulu dan curah hujan di kawasan hulu tinggi. Otomatis, kapasitas sungai terlampaui. Nah begitu terlampaui, ya melimpah," tambah Anies.

Daya Tampung Air Hujan di Jakarta Terbatas

Anies juga mengatakan, seluruh genangan banjir bisa surut dalam waktu kurang dari 6 jam. Menurut Anies, hal itu dikarenakan manajemen penanganan banjir telah berjalan baik.

"Dalam waktu kurang dari 6 jam, sesudah permukaan air sungai normal, surut semuanya. Itulah manajemen pengelolaan banjir," kata Anies.

Anies melanjutkan bahwa daya tampung air hujan di Jakarta terbatas, yaitu 50 mm per hari dan 150 mm di jalan protokol. Namun, hujan yang turun beberapa hari lalu intensitasnya mencapai 140 mm-180 mm.

"Maka, otomatis akan terjadi genangan. Bahkan teman-teman pernah ingat Halim Perdanakusuma itu bersih, rapi, hijau, bisa terjadi genangan 40 cm. Bukan karena gorong-gorong tersumbat tapi karena volume air yang turun waktu itu sampai 370 mm. Otomatis terjadi genangan," ucap Anies.

Rekomendasi