Pos Lantas Sasaran Vandalisme Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Sulsel: Kami Selidiki

Meski demikian, kata Nana, pihaknya sudah membentuk tim untuk penyelidikan. Hal itu dilakukan, karena adanya tulisan provokatif.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Pos Lantas Sasaran Vandalisme Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Sulsel: Kami Selidiki
Ilustrasi Polisi. ©2015 merdeka.com/imam mubarok

Pos Lalu Lintas di Pertigaan Jalan AP Pettarani-Sultan Alauddin Makassar menjadi sasaran pelemparan molotov dan juga vandalisme orang tak dikenal. Dalam aksi tersebut, OTK juga menuliskan pesan provokatif 'Polisi Pembunuh Suporter Arema'.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Nana Sudjana mengatakan tidak ada aksi pembakaran terkait pos lantas di pertigaan Jalan AP Pettarani Makassar. Ia menjelaskan kejadian sebenarnya adalah ada OTK yang menaruh ban bekas di dekat Pos Lantas.

"Tidak ada (pembakaran Pos Lantas). Jadi kemarin itu mereka (OTK) menaruh ban di dekat pos polisi, tetapi tidak ada pembakaran," ujarnya kepada wartawan usai Doa bersama dan salat Gaib di Mapolrestabes Makassar, Senin (3/10).

Meski demikian, kata Nana, pihaknya sudah membentuk tim untuk penyelidikan. Hal itu dilakukan, karena adanya tulisan provokatif.

"Kami sudah bentuk tim untuk penyelidikan karena di situ ada tulisan yang kurang pantas. Apalagi kejadian (tragedi Kanjuruhan) bukan di Sulsel," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulsel, Komisaris Besar Komang Suartana mengaku pihaknya sudah menyisir CCTV yang ada di sekitar lokasi. Hal itu dilakukan gun mengungkap pelaku vandalisme di Pos Lantas.

"Makanya perintah itu melakukan penyelidikan dan menyisir CCTV yang ada di sekitar untuk dilakukan pengungkapan siapa melakukan aki vandalisme," singkatnya.

Di TKP, polisi menemukan dua ban bekas dan selembar spanduk yang kondisinya terbakar. Tak hanya itu, polisi juga menemukan botol air yang diduga berisi pertalite.

*Gelar Doa Bersama dan salat Gaib Tragedi Kanjuruhan

Nana menjelaskan aksi doa bersama dengan sembilan komunitas suporter PSM. Tak hanya itu, polisi dan elemen suporter PSM juga menggelar salat Gaib.

"Tragedi Kanjuruhan mengakibatkan 125 korban meninggal dunia. Bahwa ini menjadi musibah dan prihatin. Makanya dalam hal ini kami mengajak rekan-rekan suporter PSM dan ada perwakilan Aremania bersama-sama berdoa dan salat gaib," kata mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Nana mengaku tragedi Kanjuruhan Malang menjadi pengalaman dan pembelajaran bagi seluruh pihak di bidang sepak bola. Ia berharap tragedi Kanjuruhan merupakan kejadian terakhir di Indonesia.

"Kami terus melakukan silaturahmi dengan suporter PSM untuk menjaga, jangan sampai kejadian di Kanjuruhan terjadi kembali," harapnya.

Usai tragedi Kanjuruhan, Nana menyebut kepolisian akan melakukan evaluasi dan komunikasi bersama elemen suporter PSM. Terkait penggunaan gas air mata, akan melihat regulasi yang ada.

Emang kalau aturannya tidak boleh, ya akan tidak kita lakukan dan meningkatkan komunikasi dan silaturahmi,' ucapnya.

Rekomendasi