Polda NTT memberi penjelasan terkait kasus penembakan yang menewaskan seorang warga Dusun Lalosuk, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), GYL (18). Sebelumnya keluarga pemuda itu tidak terima dengan aksi polisi dan membawa jenazahnya ke Mapolres dan DPRD Belu.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Ariasandy menjelaskan, korban masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Belu. Dia dicari karena diduga terlibat pengeroyokan yang terjadi di Fatubenao, Kelurahan Kota Atambua, Kabupaten Belu, pada 6 September lalu.
Ariasandy mengakui GYL ditembak saat penangkapan oleh anggota Buser dan Intelkam Polres Belu di Dusun Motamaruk, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk.
Advertisement
Berawal dari Penangkapan
Dia menjelaskan, operasi penangkapan GYL dilakukan pada Selasa (27/9) sekitar pukul 08.00 Wita, Saat itu, Kanit Intelkam Polsek Raimanuk mendapat informasi mengenai keberadaan pemuda itu yang bersembunyi di Dusun Motamaruk, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk.
Berdasarkan informasi itu, anggota Buser beserta anggota Sat Intelkam, langsung ke menuju ke lokasi keberadan DPO. Pada mereka tiba di lokasi dan akan melakukan penangkapan, kata Ariasandy, GYL yang sedang berada dalam rumah langsung melarikan diri.
Anggota Buser langsung mengejar. Kata Ariasandy, mereka melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali. Namun GYL tetap melarikan diri.
Advertisement
GYL Disebut Menunduk
Namun, lanjut dia, tembakan peringatan itu tidak diindahkan. "Anggota Buser langsung menembak ke arah kaki untuk dilumpuhkan. Saat dilakukan penembakan, GYL menunduk, sehingga mengenai punggung belakang sebelah kanan," pungkasnya.
Seperti diberitakan, keluarga tidak terima dengan penembakan terhadap GYL. Mereka membawa jenazah korban ke Mapolres Belu.
Keluarga bahkan sempat melakukan perlawanan kepada pihak kepolisian di RSUD Mgr Gabriel Manek Atambua. Polisi yang hendak ke ruang jenazah dilempari dengan batu. Perlawanan itu viral di media sosial. Dari rumah sakit, keluarga dan ratusan warga lainnya membawa jenazah korban beserta keranda ke Polres Belu dan kantor DPRD Belu.