Tak Terima Dicerai, Mantan Istri Bakar Angkot Suami di Samarinda

Seorang wanita di Samarinda gelap mata setelah dicerai suaminya. Dia nekat membakar angkot yang digunakan pria itu untuk mencari nafkah.

Saud Rosadi
Oleh Saud Rosadi - Reporter
Tak Terima Dicerai, Mantan Istri Bakar Angkot Suami di Samarinda
Angkot yang dibakar mantan istri di Samarinda. ©2022 Merdeka.com/Istimewa

Seorang wanita di Samarinda gelap mata setelah dicerai suaminya. Dia nekat membakar angkot yang digunakan pria itu untuk mencari nafkah.

Pria bernaa Tarsi (41), warga Jalan Gunung Lingai di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, cuma mengelus dada melihat anglotnya dibakar, Minggu (14/8) malam. Dia tidak melaporkan mantan istrinya itu.

Padahal Polsek Sungai Pinang sudah mengamankan wanita terduga pelaku pembakaran telah diamankan beberapa jam setelah kejadian. Mereka pun sempat mendalami motif pelaku membakar angkot Tarsi.

5 Tahun Hidup Bersama

Tarsi diketahui memutuskan kembali ke istri sahnya, setelah 5 tahun hidup bersama istri sirinya. Sang istri siri diduga tidak terima diceraikan Tarsi.

"Pelaku ingin memaksakan perasaannya kepada pria itu, minta tetap diperhatikan. Karena ditolak, mungkin pelaku melampiaskan ke angkot itu sebagai aset," kata Kapolsek Sungai Pinang AKP Noordhianto dikonfirmasi merdeka.com, Senin (15/8).

Meski wanita terduga pembakaran angkot sudah diamankan dan dimintai keterangan, Tarsi belum melaporkan mantan istrinya itu ke kepolisian.

"Mungkin pikir-pikir untuk itu (menuntut). Karena kasihan, mungkin ada rasa kemanusiaan dengan pelaku. Keterangan pelaku masih kami dalami," ujar Noordhianto.

Korban Pasrah

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 20.00 Wita. Rumah mantan istri sirinya berada tidak jauh dari rumah kontrakan Tarsi. Saat itu, korban baru saja saja membeli BBM dan memarkir angkot di sekitar rumahnya.

"Saya keluar rumah ada orang ketuk pintu. Saya sempat lihat. Begitu dia bakar, kabur. Api sudah menyala. Saya tidak sibuk mencari lagi karena saya kenal orangnya. Pikir saya hanya selamatkan ini (angkotnya). Khawatirnya mengenai rumah orang," kata Tarsi.

"Dia istri kedua tapi sudah cerai baru-baru ini. Dia minta cerai, minta bagian juga. Minta jatahnya itu ada Rp15 juta yang dia bawa. Sebelumnya ada ancaman dia ke saya. Dia maunya saya hancur, dia mau kasih saya hancur dan tidak mau istri (sah) saya datang," jelas Tarsi.

Tarsi cuma bisa pasrah. Angkotnya kini tidak lagi bisa digunakan. Padahal sehari-hari dia gunakan untuk mencari nafkah. "Sekarang tidak bisa dipakai kerja lagi," sebut Tarsi.

Rekomendasi