Mobil Pelat G Dipepet Dekat DPR, Pria Berbaju 'Pemalang' Digiring

Kemudian, dua orang di dalam mobil plat G itu digiring ke mobil yang memepetnya. Indra mengaku tidak mengetahui detail kenapa orang-orang tersebut digiring ke mobil.

Ahda Bayhaqi
Oleh Ahda Bayhaqi - Reporter
Mobil Pelat G Dipepet Dekat DPR, Pria Berbaju 'Pemalang' Digiring
Gedung DPR. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Mobil Kijang Innova berplat G dipepet di dekat pintu masuk mobil bagian belakang Gedung DPR RI. Tepatnya di depan lapangan tembak Senayan. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

"Jadi jam 16.00 ada mobil yang dipepet di belakang, persis di lapangan tembak. Dua mobil yang dipepet, satu mobil itu plat nomernya G," kata Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar ketika dikonfirmasi, Kamis (11/8).

Mobil tersebut dipepet ke dekat pagar lapangan tembak Senayan. Didorong sampai ke arah pintu gerbang belakang Gedung DPR.

"Mobil itu dipepet ke dekat pagar lapangan tembak, terus didorong terus sampe ke arah pintu gerbang belakang DPR," ujarnya.

"Di luar mereka pepet pepetan, kemudian sampai depan lapangan tembak terus dipepet, terus kemudian sama si mobil yang satunya di dorong dijepit ke arah pintu gerbang belakang DPR," terang Indra.

Kemudian, dua orang di dalam mobil plat G itu digiring ke mobil yang memepetnya. Indra mengaku tidak mengetahui detail kenapa orang-orang tersebut digiring ke mobil.

"Ada dua orang di dalamnya dipindahin ke mobil yang mepet itu. Kita enggak tahu apa maknanya," ungkapnya.

Menurut Indra, orang yang digiring itu mengenakan baju dengan tulisan 'Pemalang'. Belum bisa dipastikan identitas orang tersebut.

"Ini masih awal. Pokoknya di baju orang itu ada tulisan 'Pemalang' di bagian dadanya," paparnya.

Saat peristiwa tersebut, pengamanan DPR dilarang mendekat ke mobil. "Nah, dari keamanan kita mau mendekat melihat peristiwa, tapi dilarang mendekat," imbuhnya.

Indra mengaku belum tahu apakah peristiwa ini terkait dengan informasi terjadi operasi tangkap tangan oleh KPK.

"Enggak tahu, enggak tahu. Kalau itu saya enggak tahu, salah ngomong nanti saya," ujarnya.

Rekomendasi