Sejumlah pejabat di Karawang gagal berangkat haji melalui jalur furoda pada tahun in. Pihak travel menyatakan kegagalan ini karena sulitnya mendapatkan visa furoda.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat 28 warga Karawang, termasuk Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, dan sejumlah pejabat lain yang gagal berangkat. Cellica dikabarkan seharusnya berangkat di kloter terakhir 2 Juli 2022. Namun, dia tidak ingin bicara banyak terkait dirinya yang gagal berangkat haji tahun ini.
"Semua sudah ketetapan Allah, ngapain harus dipikirkan," ujar Cellica, Kamis (7/7).
Advertisement
Rafi, salah seorang pengusaha travel dan haji di Karawang yang tergabung dalam Konsorsium Bersatu, mengatakan kegagalan berangkat itu karena sulitnya mendapatkan visa furoda. Berbeda dengan tahun- tahun sebelumnya, visa begitu mudah didapatkan.
Perusahaan travel terpaksa mengembalikan uang jamaah calon haji furoda, karena mereka gagal berangkat. "Tahun ini kami hanya memberangkatkan beberapa calon haji furoda dari total 31 orang peserta," jelasnya.
Rafi mengaku dirinya bersama pengusaha travel haji lainnya yang tergabung dalam Konsorsium Bersatu sudah meminta pemerintah ikut membantu. "Haji adalah panggilan, kita tidak bisa memaksakan apa yang menjadi kehendak Allah. Sebagai travel, kami sudah memaksimalkan ikhtiar dengan menempuh berbagai cara, namun hasilnya belum terlihat. Semoga jamaah yang belum Allah panggil tahun ini untuk berhaji Allah mudahkan tahun depan dengan kondisi yang lebih baik," harapnya.