Teror Bom Molotov di Bumi Teuku Umar

Jelang matahari naik sepenggalah Jalan Purnama di Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, pada Selasa (17/5) kemarin, menggemparkan warga daerah berjuluk bumi Teuku Umur itu.

Alfath Asmunda
Oleh Alfath Asmunda - Reporter
Teror Bom Molotov di Bumi Teuku Umar
Rumah Pimpinan Pesantren di Aceh Barat Dilempar Bom Molotov. ©2022 Merdeka.com

Jelang matahari naik sepenggalah Jalan Purnama di Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, pada Selasa (17/5) kemarin, menggemparkan warga daerah berjuluk bumi Teuku Umur itu.

Warga yang tengah sibuk dengan kegiatan masing-masing, sontak menghampiri rumah berkelir putih yang berdiri di Jalan Purnama. Rumah itu milik Youran Akib Setiawan (sebelumnya ditulis Joran Akib).

Warga penasaran musabab apa rumah ustaz pimpinan pesantren Majelis Belajar Iqra (MBI) tersebut dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal. Bagian pintu dan lantai keramik rumah berjelaga akibat molotov yang meledak dan mengeluarkan api.

Polisi bergerak cepat mengamankan lokasi. Memasang garis policeline dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Saat peristiwa itu terjadi, ustaz yang akrab disapa Abdullah Akib ini sedang tak di rumah. Dia tengah menghadiri undangan acara akikah di suatu tempat. Di rumah hanya ada istri dan anaknya.

Sementara sepelemparan batu dari rumah, bangunan pesantren yang dipimpin Akib tengah riuh dengan suara anak-anak mengaji. Mereka para calon penghafal Alquran.

"Istri dan anak yang ada di rumah. Mereka keluar untuk melihat suara apa yang barusan meledak. Di depan pintu mereka lihat ada api. Lalu dipanggil adik-adik santri untuk memadamkan," kata Ustaz Akib.

Dia mengaku sang istri dan anaknya sempat terkejut dengan peristiwa teror yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB pagi tersebut. Tapi setibanya di rumah, Akib coba memenangkan.

"Kita laki-laki (mungkin) biasa dengar (ledakan) gitu, tapi kalau orang rumah, istri ataupun anak (wajar) kalau takut," ujarnya.

Menurut Ustaz Akib pelemparan bom molotov ke rumahnya itu sulit ia pahami sebagai bentuk teror dari orang yang bermasalah dengannya. Selama ini, dia selalu bersikap baik dan tak pernah ada masalah dengan siapapun.

Ustaz yang juga merupakan salah satu imam di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh ini, menyerahkan sepenuhnya pada kepolisian untuk membongkar motif dan menangkap pelaku.

Bahkan jika pun nanti tak terungkap, ia mengaku ikhlas atas peristiwa yang dianggapnya sebagai musibah itu.

"Saya mendoakan pelaku agar memperoleh hidayah dari Allah," ujarnya.

Nurmiyanti berada tak jauh dari rumah Ustaz Akib, dan sejurus kemudian mendengar ledakan yang bersumber dari bom molotov yang dilempar ke rumah itu oleh OTK. Dia terkejut.

Perempuan paruh baya ini mengaku sempat melihat seorang pria berbadan kurus dan mengendarai sepeda motor berhenti di depan pagar rumah Ustaz Akib.

"Satu orang, pakai baju warna hijau merah. Tapi saya tak melihat jelas wajahnya," kata Nurmiyanti.

Pernyataan Nurmiyanti itu juga sama dengan beberapa warga lainnya, yang mengaku juga melihat pelempar bom molotov ke rumah Ustaz Akib. Akan tetapi, tak ada satu orang pun yang dengan jelas melihat wajah pelaku.

Menurut mereka, usai melempar ke bagian pintu depan rumah, pria itu segera tancap gas melarikan diri.

Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat telah melakukan olah TKP. Di rumah Ustaz Akib, polisi mengamankan barang bukti pecahan botol, sumbu kain terbakar, sapu, keset kaki, abu bekas bakaran, dan rekaman CCTV yang diperoleh di sekitar TKP.

Kapolres Aceh Barat AKBP Pandji Santoso, mengatakan pihaknya pun sudah meminta keterangan beberapa orang saksi. Polisi terus melakukan penyelidikan untuk membongkar serta menangkap pelaku.

Terkait kejadian pelemparan bom molotov ke rumah Ustaz Akib, kepolisian meminta masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi macam-macam.

"Percayakan pada polisi untuk mengungkap (kasus) ini," katanya.

Rekomendasi