Wakil Presiden (Wapres) sekaligus Menteri Kesehatan dan Perlindungan Anak Republik Zimbabwe, Constantino Chiwenga memuji kemampuan Indonesia dalam mengembangkan produk kesehatan khususnya vaksin dan insulin. Dia mengungkapkan kekagumannya itu saat bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin.
"Indonesia telah memiliki banyak kemajuan terutama dalam hal pengembangan obat-obatan, terutama vaksin dan juga insulin," puji Constantino saat menemui Wapres Ma’ruf Amin di Istana Wapres, Jakarta Pusat, Selasa (17/5).
Constantino mengharapkan kerja sama Indonesia dan Zimbabwe di bidang kesehatan dapat terus terjalin. Bahkan ditingkatkan di masa mendatang.
“Kerjasama dalam bidang ini akan sangat menguntungkan kedua negara, terlebih apabila Zimbabwe dapat menjadi Hub atau penghubung untuk distribusi dari produk obat-obatan dari Indonesia ke seluruh wilayah Afrika yang rakyatnya berjumlah 1,4 miliar," harapnya.
Oleh sebab itu, pada kunjungan kerjanya di Indonesia kali ini, Constantino akan menjajaki kerjasama tersebut dengan mengunjungi PT Bio Farma dan anak usahanya PT Kimia Farma.
"Kunjungan ini merupakan suatu kesempatan yang sangat baik untuk bertemu dengan sejumlah perusahaan Indonesia termasuk Bio Farma dan Kimia Farma, dengan harapan agar dapat mendirikan pabrik di Zimbabwe guna meningkatkan produksi obat-obatan di sana,” tuturnya.
Advertisement
Peningkatan Kerjasama Ekonomi, Infrastruktur hingga Pertahanan dengan Zimbabwe
Menanggapi hal ini, Wapres Ma’ruf Amin mengucapkan terima kasih dan memastikan bahwa Indonesia sangat terbuka untuk melakukan kerjasama dalam berbagai bidang termasuk kesehatan.
"Kunjungan Yang Mulia ini, saya harapkan akan membuka peluang kerjasama di berbagai bidang yang kita miliki,” ujar Wapres Ma’ruf.
"Termasuk kerjasama produksi dan distribusi obat-obatan oleh PT Bio Farma," imbuhnya.
Ma’ruf Amin mengharapkan adanya peningkatan kerja sama Indonesia-Zimbabwe dalam berbagai bidang mulai dari ekonomi hingga militer.
"Dari sisi kesejahteraan ekonomi, saya kira kerjasama kedua negara besar potensinya untuk ditingkatkan," kata Ma'ruf Amin.
Ma'ruf Amin menuturkan, pada 2021 volume perdagangan Indonesia – Zimbabwe mencapai USD 84,86 juta atau meningkat dibanding tahun 2020 yaitu USD 60,28 juta. Namun, sayangnya selama ini defisit perdagangan Indonesia masih cukup lebar yakni hampir 90% dari total volume perdagangan.
"Pada tahun 2021 sebesar USD 76,38 juta atau meningkat dari sebelumnya USD 57,57 juta di tahun 2020," paparnya.
Advertisement
Kedua Negara Diharapkan Terus Mendorong Perdagangan Dua Arah
Untuk itu, Ma’ruf Amin berharap kedua negara dapat terus mendorong keseimbangan perdagangan dua arah, antara lain melalui ekspor produk bahan baku Indonesia.
"Di sektor strategis, Indonesia juga memiliki kemampuan produksi alat-alat militer, seperti kendaraan dan persenjataan dan non-militer dari PT Pindad untuk modernisasi militer Zimbabwe," terangnya.
Menurut Ma'ruf Amin, pada acara Indonesia – Africa Infrastructure Dialogue 2019, Indonesia juga telah melakukan showcase kemampuan BUMN Indonesia di bidang ketenagalistrikan, perkeretaapian, dan jalan tol di Afrika.
"Dalam hal ini saya mengapresiasi rencana kunjungan Yang Mulia ke Bandung untuk bertemu PT LEN, PT Pindad dan PT Biofarma. Saya harap kunjungan Yang Mulia dapat mendorong kelanjutan terlibatnya Indonesia dalam bidang-bidang kerjasama potensial," harapnya.
Di antaranya, lanjut Ma'ruf kerjasama sistem sinyal perkeretaapian PT LEN dengan National Railways of Zimbabwe (NRZ), kerjasama Pusat Listrik Tenaga Surya PT Surya Energi Indotama (SEI) di Zimbabwe, dan kerjasama produksi dan distribusi obat-obatan oleh PT Biofarma.
"Tentunya kerja sama ini akan berkontribusi positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat kedua negara," kata dia.