Mekanisme Vaksinasi Kanker Serviks Gratis untuk Siswa Kelas 5 dan 6 SD

Sekretaris Direktorat Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan mekanisme vaksinasi HPV gratis. Menurutnya, vaksinasi dilakukan pada kegiatan Bulan Imunisasi Anak sekolah (BIAS) pada bulan Agustus setiap tahun.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Mekanisme Vaksinasi Kanker Serviks Gratis untuk Siswa Kelas 5 dan 6 SD
8 Gangguan kesehatan yang bisa jadi tanda kanker serviks. www.boldsky.com

Pemerintah memperluas cakupan vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) gratis untuk siswi kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau sederajat tahun ini. Vaksin HPV bisa mengurangi risiko terkena kanker serviks.

Sekretaris Direktorat Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan mekanisme vaksinasi HPV gratis. Menurutnya, vaksinasi dilakukan pada kegiatan Bulan Imunisasi Anak sekolah (BIAS) pada bulan Agustus setiap tahun.

"Vaksinasi HPV diberikan kepada anak kelas 5 dan 6 SD pada kegiatan BIAS," kata Nadia kepada merdeka.com, Rabu (20/4).

Nadia mengatakan, sebelum mendapatkan vaksinasi HPV, siswi kelas 5 dan 6 SD melewati tahap skrining. Jika kondisi tubuhnya dalam keadaan sehat, maka bisa melanjutkan vaksinasi.

"Pasti yang vaksinasi harus sehat," ucap Nadia.

Menurut Nadia, vaksinasi HPV gratis diberikan secara bertahap sejak 2016. Hanya saja, saat itu dilakukan di wilayah DKI Jakarta.

Berikut tahapan perluasan vaksinasi HPV sejak 2016 di Indonesia:

2016 : DKI Jakarta

2017 : DI Yogyakarta

2018 : Kota Surabaya

2019 : Kota Manado dan Kota Makassar

2020 : Karang Anyar dan Sukoharjo (Jawa Tengah)

2021 : Kediri dan Lamongan (Jawa Timur)

2022 : Bali, Jawa Timur atau Jawa Tengah

2023 : provinsi lainnya dilakukan introduksi secara nasional

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi memastikan vaksinasi HPV (Human Papilloma Virus) akan digratiskan.

Budi menegaskan, vaksinasi HPV bukan untuk menyembuhkan kanker serviks. Melainkan sebagai upaya preventif dan promotif, menekan risiko terkena kanker serviks dan mengurangi beban negara.

"Seperti Covid-19 kalau kita sakit biayanya puluhan juta masuk rumah sakit. Tapi kalau kita cegah preventif pakai masker, minum vitamin, itu kan jauh lebih murah," kata Budi di Jakarta, Selasa (19/4).

Rekomendasi