Mengenal Salmonella, Bakteri Sebabkan Peredaran Cokelat Kinder Dihentikan

Penghentian sementara peredaran produk ini merupakan buntut dari penarikan cokelat Kinder Surprise dari pasar di Inggris, Irlandia, Prancis, Jerman, Belanda, dan Swedia. Penarikan produk tersebut karena diduga terkontaminasi dengan bakteri Salmonella (non-thypoid).

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Mengenal Salmonella, Bakteri Sebabkan Peredaran Cokelat Kinder Dihentikan
Kinder Joy. © Kinder.com

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) menghentikan sementara peredaran produk cokelat merek Kinder di Indonesia. Produk merek Kinder yang terdaftar di Badan POM berasal dari India dengan nama varian antara lain Kinder Joy, Kinder Joy for Boys dan Kinder Joy for Girls. Produk tersebut diproduksi oleh Ferrero India PVT, LTD.

Penghentian sementara peredaran produk ini merupakan buntut dari penarikan cokelat Kinder Surprise dari pasar di Inggris, Irlandia, Prancis, Jerman, Belanda, dan Swedia. Penarikan produk tersebut karena diduga terkontaminasi dengan bakteri Salmonella (non-thypoid).

Organisasi Kesehatan Dunia atau (WHO) melalui who.int menjelaskan tentang bakteri Salmonella. Salmonella merupakan 1 dari 4 penyebab utama penyakit diare di dunia.

Penyakit yang disebabkan bakteri Salmonella disebut salmonellosis. Menurut WHO, sebagian besar kasus salmonellosis bersifat ringan. Namun, terkadang bisa mengancam jiwa.

"Tingkat keparahan penyakit tergantung pada faktor pejamu dan serotipe Salmonella," tulis WHO dikutip merdeka.com, Selasa (12/4).

Gejala Terinfeksi Salmonella

WHO mengungkapkan gejala yang ditimbulkan bakteri Salmonella, seperti demam akut, sakit perut, diare, mual dan terkadang muntah.

Gejala tersebut baru muncul setelah 6 hingga 72 jam mengkonsumsi bakteri Salmonella. Tapi biasanya, gejala muncul dalam waktu 12 hingga 36 jam setelah konsumsi Salmonella. Sementara penyakit salmonellosis berlangsung sekitar 2 hingga 7 hari.

Gejala salmonellosis relatif ringan dan pasien akan sembuh tanpa pengobatan khusus dalam banyak kasus. Namun, dalam beberapa kasus, terutama pada anak-anak dan pasien lanjut usia, kondisi dehidrasi dapat menjadi parah dan mengancam jiwa.

"Meskipun wabah Salmonella yang besar biasanya menarik perhatian media, 60-80% dari semua kasus salmonellosis tidak dikenali sebagai bagian dari wabah yang diketahui dan diklasifikasikan sebagai kasus sporadis, atau tidak didiagnosis sama sekali," kata WHO.

Sumber dan Transmisi

Bakteri Salmonella tersebar luas pada hewan domestik dan liar. Mereka lazim pada hewan makanan seperti unggas, babi, dan sapi. Kemudian pada hewan peliharaan, termasuk kucing, anjing, burung, dan reptil seperti kura-kura.

Salmonella dapat melewati seluruh rantai makanan mulai dari pakan ternak, produksi primer, dan sampai ke rumah tangga atau tempat layanan makanan.

Salmonellosis pada manusia umumnya ditularkan melalui konsumsi makanan hewani yang terkontaminasi (terutama telur, daging, unggas, dan susu). Penularan dari orang ke orang juga dapat terjadi melalui rute fekal-oral.

Salmonellosis pada manusia juga terjadi ketika individu memiliki kontak dengan hewan yang terinfeksi, termasuk hewan peliharaan. Hewan yang terinfeksi ini seringkali tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit.

Pencegahan

Mencegah Salmonella memerlukan tindakan pengendalian di semua tahap rantai makanan. Mulai dari produksi pertanian, hingga pemrosesan, pembuatan, dan penyiapan makanan baik di tempat komersial maupun di rumah.

Tindakan pencegahan Salmonella di rumah serupa dengan yang digunakan untuk melawan penyakit bakteri bawaan makanan lainnya.

Kontak antara bayi atau anak kecil dan hewan peliharaan yang mungkin membawa Salmonella (seperti kucing, anjing, dan kura-kura) memerlukan pengawasan yang cermat.

Rekomendasi