Ganjar Beri Kejutan ke Guru Ngaji di Kendal Lewat Renovasi Rumah Tak Layak Huni

Ganjar menyebut, penyaluran bantuan ini sekaligus bentuk sedekah di bulan suci Ramadan.

Raynaldo Ghiffari Lubabah
Ganjar Beri Kejutan ke Guru Ngaji di Kendal Lewat Renovasi Rumah Tak Layak Huni
Ganjar Renovasi Rumah Tak Layak Huni Milik Guru Ngaji. ©2022 Merdeka.com

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bersama Baznas Jateng menyalurkan zakat, infak, sedekah (ZIS) ke dua guru ngaji di Kelurahan Trompo, Kecamatan Kendal. Bantuan diberikan berupa renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) senilai Rp20 juta.

"Ini ada dua warga kira dua duanya guru ngaji. Jadi mereka mengabdikan dirinya untuk ngajari anak-anak bisa ngaji. Menurut saya, perlu lah mendapatkan perhatian," kata Ganjar di lokasi, Senin (11/4).

Ganjar menjelaskan, awalnya Pemprov Jateng dan Baznas berkomunikasi dengan Pemda setempat terkait warga yang perlu dibantu. Kemudian didapatlah dua guru ngaji, yakni Ayub (48) dan Rosidin (53).

"Jadi kita komunikasi dengan daerah, bagaimana sih warga yang perlu mendapat bantuan. Dan ini termasuk ke kategori rumahnya tidak layak, perlun dibantu," imbuhnya.

Ganjar menyebut, penyaluran bantuan ini sekaligus bentuk sedekah di bulan suci Ramadan. Menurut Ganjar, guru ngaji berhak mendapatkannya.

"Kita sambil datang ke Kendal dan nanti kita bisa memperbaiki agar lebih baik karena mereka juga mempunyai jasa yang baik untuk anak kita," imbuhnya.

Selain menyalurkan ZIS renovasi rumah, Ganjar juga memberikan paket sembako. Sembako tersebut terdiri dari minyak, beras, gula, dan mie instan.

Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

Ganjar juga memastikan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di wilayahnya terus berjalan, menyusul jumlah target penghapusan kemiskinan yang bertambah menjadi 19 daerah.

"Ya terus saja tiap tahun terus berjalan dan pasti karena ada tekanan eksternal kemarin kondisi COVID-19 dan sebagainya, kami butuh kerja yang tidak biasa," kata Ganjar.

Menurut Ganjar, bertambahnya target penghapusan kemiskinan ekstrem juga dipengaruhi faktor eksternal, yakni kondisi pandemi COVID-19, sehingga upaya tetap berjalan seperti yang sudah dilakukan pada lima daerah sebelumnya.

Selain itu, Ganjar melihat ada kemungkinan data yang tak valid, sehingga mengakibatkan penambahan daerah pada target penghapusan kemiskinan ekstrem tersebut dan karenanya validasi data terus dilakukan.

"Kalau kemudian di beberapa titik nambah bisa jadi dua hal, satu, barangkali karena datanya tidak valid. Kedua, ya memang nambah, maka kami minta validasi datanya terus dilakukan," ujarnya.

Upaya penghapusan kemiskinan ekstrem di Jateng, lanjut Ganjar, juga dilakukan dengan pentahelix, mulai dengan "Gerakan Satu OPD Satu Desa Binaan", sehingga menggandeng perusahaan untuk tanggung jawab sosial perusahaan.

"Bulan Ramadan ini juga jadi kesempatan untuk menggandeng filantropi, ini ada kesempatan orang untuk bisa membantu ya kami kerjakan saja mulai sekarang, tidak usah nunggu nanti. Kekuatan yang non-APBD kami lakukan," katanya.

Dalam Surat Edaran Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Wakil Presiden, Nomor: B-38/KSN/SWP/KK.04.01/02/2022 ditetapkan 212 kabupaten/kota di 25 provinsi sebagai prioritas percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Tahun 2022. Untuk Jawa Tengah ada 19 daerah, sedangkan tahun lalu target prioritasnya ada di lima daerah.

Dalam surat edaran tersebut disebutkan di Provinsi Jawa Tengah terdapat 19 kabupaten/kota miskin ekstrem, kemudian di Jawa Barat 17 kabupaten/kota, sedangkan di Jawa Timur 25 kabupaten/kota.

Pada Provinsi Jawa Tengah, yang masuk target prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem adalah Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Rembang, Pati, Demak, Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal dan Brebes.

Rekomendasi