Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mendapatkan laporan tentang kapal motor yang mengalami mati mesin di perairan sekitar Australia, Jumat (25/3). KN Antareja 233 dikerahkan untuk mencari perahu yang membawa 7 nelayan itu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Kupang, Emy Freezer mengatakan, pihaknya mendapatkan email dari BCC (Basarnas Command Center) tentang satu buah kapal motor nelayan mengalami mati mesin dan membutuhkan bantuan di wilayah perairan Australia.
"Sesaat setelah menerima laporan tersebut, kami segera melakukan koordinasi dengan pemilik bernama Simon Sera," jelasnya, Jumat (25/3).
Berdasarkan hasil koordinasi, kapal yang hilang yakni Kapal Motor Nelayan Dioskuri, berwana putih dan biru. Kapal itu membawa tujuh orang anak buah kapal (ABK) asal NTT.
Advertisement
Koordinasi dengan Australia
Basarnas langsung memberangkatkan KN Antareja 233 ke lokasi terakhir KMN Dioskuri. Mereka membawa peralatan SAR guna memberikan pertolongan kepada para ABK.
"Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang beserta BCC (Basarnas Command Center) terus melakukan komunikasi, serta koordinasi dengan pihak Australia mengingat posisi KMN Dioskuri berada di daerah sekitar perbatasan antara negara Indonesia dan Australia," ujarnya.
Ia menambahkan, melalui upaya komunikasi dan koordinasi serta pergerakan unsur ke lokasi kejadian, diharapkan agar para nelayan dapat segera ditemukan.
"Potensi SAR yang terlibat dalam operasi terhadap KMN Dioskuri yang mengalami mati mesin di Perairan Indonesia Australia antara lain, Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, ABK KN Antareja 233, personel Satuan Patroli Lantamal VII Kupang, serta personil Bakamla Kupang," jelas Emy Freezer.
Berikut nama ABK KMN Dioskuri:
1. Wahyu Defretes (Nahkoda)
2. Bachtiar Domun (ABK)
3. Udin (ABK)
4. Jun (ABK)
5. Rama Pello (ABK)
6. Rian (ABK)
7. Kom Pello (ABK)