Tim Pencarian dan Pertolongan gabungan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengevakuasi satu kapal penarik ponton yang mengalami mati mesin. Kapal tersebut sempat hilang kontak di Perairan Tanjung Genting, Kabupaten Bangka Barat, memicu kekhawatiran keluarga. Nakhoda sekaligus pemilik kapal, La Cipi (43), ditemukan dalam kondisi selamat pada Sabtu (01/11).
Proses evakuasi ini dimulai setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menerima laporan pada Sabtu pagi. Laporan tersebut datang dari keluarga korban yang kehilangan kontak dan gagal melakukan pencarian sendiri. Kejadian ini menyoroti pentingnya koordinasi cepat dalam operasi penyelamatan di laut.
La Cipi, warga Desa Penganak, sebelumnya berangkat pada Kamis (30/10) pukul 10.00 WIB dari Pelabuhan Penganak. Tujuannya adalah menuju Pantai Keranggan untuk menarik ponton timah, sebelum akhirnya mengalami masalah mesin saat perjalanan pulang.
Advertisement
Advertisement
Kronologi Hilang Kontak dan Upaya Pencarian Awal
Kapal yang dinakhodai La Cipi mengalami kerusakan mesin saat hendak kembali ke Pelabuhan Penganak. Pada Kamis (30/10) pukul 22.00 WIB, La Cipi sempat menghubungi keluarganya untuk mengabarkan kerusakan tersebut. Namun, kondisi dermaga yang sedang surut saat itu menghalangi upaya pertolongan langsung dari pihak keluarga.
Keesokan harinya, Jumat (31/10) sekitar pukul 09.00 WIB, keluarga korban berupaya mencari di lokasi yang diinformasikan. Sayangnya, mereka tidak menemukan keberadaan kapal La Cipi di perairan tersebut. Upaya pencarian mandiri terus dilakukan hingga Sabtu pukul 07.00 WIB tanpa hasil yang berarti.
Merasa putus asa dan khawatir, keluarga korban akhirnya memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang. Laporan ini menjadi titik awal bagi operasi SAR resmi untuk melacak dan menyelamatkan La Cipi.
Advertisement
Advertisement
Respons Cepat Tim SAR dan Penemuan Dramatis
Menanggapi laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang segera memberangkatkan satu tim rescue. Tim gabungan ini terdiri dari Rescuer Unit Siaga SAR (USS) Mentok, Ditpolairud Polda Babel, BPBD Bangka Barat, dan nelayan setempat. Mereka bergerak cepat menuju lokasi dengan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Basarnas.
Saat tim masih dalam proses pencarian intensif, sebuah informasi penting datang dari pihak keluarga. Mereka mengabarkan bahwa kapal korban telah terlihat dan sedang ditarik oleh nelayan lain yang kebetulan melintas di area tersebut. Nelayan tersebut dengan sigap menarik kapal La Cipi menuju pantai terdekat, tempat Posko Tim SAR didirikan.
Tim SAR segera bergerak cepat menuju posisi penemuan yang diinformasikan. Mereka berhasil menemui kapal korban pada jarak 38 nautical mile dari lokasi kejadian awal kerusakan mesin. Nakhoda kapal, La Cipi, ditemukan dalam keadaan selamat dan langsung mendapatkan pengawalan hingga ke darat.
Advertisement
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, I Made Oka Astawa, menyatakan bahwa "Nakhoda kapal dalam keadaan selamat, kemudian kita mengawal dan mengamankan korban hingga ke darat." Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan ditutup secara resmi, menandai keberhasilan misi penyelamatan ini.
Sumber: AntaraNews