Satu kapal cepat atau speedboat yang berlayar menuju Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, sempat mengalami hilang kontak selama sekitar 12 jam. Kapal itu ditumpangi tim dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Kapal yang mulai hilang kontak sejak Kamis (24/3) itu, setelah selesai melakukan kegiatan kunjungan kerja Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini atau Risma di pedalaman Kampung Erosaman dan Amagais. Setelah Risma selesai melakukan kunjungan kerja dari Kampung Erosaman dan Amagais, para rombongan tim Kemensos langsung kembali ke Distrik Agats dengan menggunakan speedboat atau kapal cepat.
"Sudah berangkat ke Agats, baru sampai mulut laut, sebelum sampai mesin mulai mengalami masalah. Akhirnya enggak bisa komunikasi, bolak balik enam kali. Akhirnya saya mengambil keputusan untuk bermalam di speed," kata Koordinator Bagian Organisasi Hukum dan Humas Ditjen Pemberdayaan Sosial Latifah Ningrum, di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Jumat (25/3).
"Beruntungnya ada kampung Ocenep. Jadi akhirnya bermalam di sana," tambahnya.
Menurutnya, gelombang air saat itu dengan ketinggian 2 meter. Sehingga, hal itu juga membuat orang-orang Papua tidak berani untuk tinggal di pinggiran sungai.
"Orang-orang Papua enggak berani tinggal di pinggiran sungai. Gelombang 2 meter. Waktu kita lihat, air yang masuk tinggi. Jadi dia bolak balik. Saya enggak memprovokasinya driver, karena dia yang tahu laut dia, ngeri emang," ujarnya.
"Kalau saya, pertama harus percaya ke driver karena putra daerah yang memahami laut, kita harus yakin ke driver. Jangan ambil risiko untuk menerjang laut. Kemudian ada hikmah, ternyata ada kampung-kampung, ada tiga kampung," sambungnya.
Advertisement
Latifah saat itu sempat mengaku pasrah dengan kondisi yang ia alaminya itu. Apalagi, ia tidak mendapatkan sinyal untuk menghubungi orang rumahnya.
"Ketenangan dibutuhkan, pasrah kalau saya. Saya dan teman-teman, yang harus dikuatkan saya enggak mau memprovokasi driver, kita enggak mempermasalahkan berapa lama di laut, yang terpenting saya dapat sinyal untuk mengabarkan orang rumah," jelasnya.
Mesti pasrah dengan keadaan atau kondisi saat itu, namun ia mengaku tak mempunyai rasa yang panik. "Kalau dengan dengan kondisi speed kemarin dengan ombak kemarin. Saya enggak kebayang. Air dihantam speed, kalau kekuatan speed lemah akan balik ke kita," ungkapnya.
"Ibu Alhamdulillah mau ngasih penghargaan, ibu bersyukur. Video call melalui sambungan WA. Beruntungnya saya eggak punya rasa panik," sambungnya.
Setelah menginap di Kampung Ocenep, Latifah dan rombongan pun memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan ke Agats. Pada Jumat (25/3), sekitar pukul 7.20 WIT, rombongan pun tiba di Pelabuhan Feri, Distrik Agats dengan selamat.
"Alhamdulillah kondisi laut juga telah tenang dan layak untuk melakukan perjalanan pulang," tutupnya.